Laki-Laki Juga Butuh Perhatian Lho…

Dalam sebuah hubungan antara laki-laki dan perempuan (suami-istri *) , perhatian menjadi salah satu hal yang mesti ada. Ada yang butuh perhatian dan ada yang memberi perhatian. Tetapi agaknya jamak dalam masyarakat kita bahwa rumus yang berlaku yaitu laki-laki yang memberi perhatian dan perempuan yang perlu diberi perhatian. Seakan-akan laki-laki dibebani lebih berat dengan kewajiban memberi perhatian kepada perempuan. Kita mungkin sering mendengar umpatan semacam “ dasar laki-laki tak perhatian !!!” . Tapi jarang kita mendengar ucapan serupa tetapi dengan objek pelakunya perempuan. Bisa jadi hal ini didasari oleh kenyataan bahwa perempuan lebih sering mengungkapkan uneg-unegnya mengenai ketidak perhatian seorang laki-laki kepadanya. Entah itu secara langsung atau kepada teman gosipnya. Sementara laki-laki kadang lebih memilih tutup mulut dan jarang mengungkapkan bahwa dia butuh perhatian. Lalu apakah diam itu berarti tidak butuh?

Dalam suatu hubungan, kata ‘saling’ perlu mendapat porsi yang lebih untuk dipraktekkan bersama. Artinya ketika salah satu butuh, maka pihak lainnya juga butuh. Ketika perempuan butuh perhatian, maka laki-laki pun sebenarnya butuh perhatian juga. Laki-laki butuh untuk diperhatikan, butuh untuk dipahami suasana hatinya sebagaimana perempuan. Tentu kadarnya tidak sama mengingat, katanya, wanita itu lebih mengedepankan perasaan daripada logika, sementara laki-laki ,katanya pula, lebih unggul dalam hal logika daripada perasaan. Tetapi kan sama-sama punya perasaan. Berarti sama-sama perlu diperhatikan dan dipahami suasana hatinya.

Laki-laki itu memang lebih banyak -terkesan- kuat. Mungkin karena hal inilah yang menjadikan perempuan menganggap bahwa laki-laki itu tegar dan tidak butuh perhatian. Sementara itu justru harus memberikan perhatian yang cukup (banyak?) kepada perempuan. Memang sih laki-laki itu tidak selalu peduli dengan perhatian, karena lebih banyak kecenderungannya kepada sikap cuek. Bahkan ada laki-laki yang tidak suka jika diberi perhatian yang berlebihan. Tapiiiii sekali lagi hal itu bukan berarti laki-laki tidak butuh perhatian. Ada masa dimana seorang laki-laki itu butuh perhatian. Kapan itu?

Terlalu sulit untuk memastikan kapan seorang laki-laki membutuhkan perhatian. Nah ini jadi tantangan bagi perempuan untuk bisa memahami suaminya. So so lah…

* mohon maaf hubungan di luarpernikahan tidak saya maksudkan di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s