Jangan biarkan gadget merenggut aktifitas si kecil

Gadget sudah menjadi sebuah kebutuhan hampir bagi setiap orang. Bahkan banyak juga orang yang memiliki lebih dari satu gadget. Dulu mungkin kita tidak berpikir bahwa suatu hari nanti kita akan memiliki ketergantungan terhadap sesuatu. Tetapi kini kita sepakat bahwa hampir setiap orang yang memiliki gadget menjadi kecanduan dan sangat tergantung dengan gadget. Jika dulu orang sangat khawatir jika dompet ketinggalan, maka sekarang orang akan sangat khawatir jika ketinggalan gadget. Seakan-akan gadget meenjelma menjadi separuh dirinya. Jika tidak ebrsama serasa ada yang kurang.

Kecanduan atau ketergantungan gadget ternyata tidak hanya menjangkiti orang yang sudah dewasa saja, yang sudah mampu membeli sendiri, tetapi juga menjangkiti anak-anak bahkan yang masih balita. Bagi sebagian orang tua mengenalkan gadget sejak dini bertujuan agar anak tidak ketinggalan jaman dan teknologi.Tetapi apakah hal ini tidak memiliki resiko bagi anak-anak kita?

Sebelum menjawab hal tersebut, ijinkan saya untuk menyampaikan bahwa apa yang saya sampaikan ini masih sebatas hipotesis yang saya ambil dari pengamatan yang ada di lingkungan sekitar. Belum menengok bukti empiris yang mungkin sudah dilakukan oleh orang lain.

Anak-anak yang kecanduan gadget menghabiskan banyak waktunya untuk berinteraksi dengan gadget entah itu belajar maupun bermain. Akibat hal ini adalah anak menjadi lebih sedikit melakukan aktifitas fisik dan interaksi sosial. Boleh jadi mereka berkumpul tetapi satu sama lain tidak ada interaksi karena asyik dengan gadget masing-masing. Otomatis tidak ada aktifitas fisik kecuali tarian jempol dan kedipan mata. Anak menjadi lebih pasif. Padahal dunia anak-anak membutuhkan eksplorasi yang luas. Tak seharusnya kesempatan menjelajah dunia dan mengenal kehidupan terampas oleh kehadiran gadget. Untuk itu sebagai orang tua atau orang yang dewasa sudah sepantasnya kita bijak dalam mengenalkan gadget kepada anak-anak. Jangan sampai anak menjadi kecanduan. Tetap beri kesempatan dan kalau bisa suruh anak untuk bermain dan berinteraksi dengan teman-temannya. Beri batas waktu penggunaan gadget misalnya hanya boleh 15 menit sehari atau bisa juga hanya boleh di akhir pekan, itupun hanya beberapa waktu saja tidak dibiarkan sepuasnya.

Namun terkadang sebagai orangtua dengan segala kesibukannya lebih memilih anaknya ditemani oleh gadget daripada bermain dengan teman-temannya. Alasannya sederhana, asal anak tenang dan diam tetapi tetap terawasi karena hanya beraktifitas di dalam rumah. Diakui atau tidak, ikut bermain bersama anak membutuhkan energi dan waktu yang besar. Belum lagi masih banyak orangtua yang enggan dan malu jika terlihat bermain bersama anak-anaknya. Dan menganggap bahwa hal seperti itu hanya membuang-buang waktu saja. Nah perlu kita ubah pola pikir yang seperti ini. Bagaimanapun, mendidik anak merupakan tugas dan tanggungjawab orangtua, termasuk di dalamnya mengajak bermain. Lebih baik orangtua berlelah-lelah tetapi anak bisa memperoleh pengalaman yang banyak daripada melihat anak diam dan tenang dengan gadgetnya.

Apakah dengan bermain gadget anak tidak bisa belajar? Terlalu banyak aplikasi edukasi yang bisa dipasang di perangkat gadget. Dan saya percaya bahwa itu juga menjadi sarana belajar yang baik. Tetapi sekali lagi anak-anak butuh mengapresiasi dan mengaktualisasi diri mereka melalui kegiatan fisik. Anak-anak yang cenderung memiliki energi berlebih jangan sampai tidak tersalurkan hanya karena sibuk bermain gadget. Bermain gadget meskipun dapat meningkatkan kecerdasan (aplikasi edukasi) tetapi tidak dapat membantu anak-anak untuk menumbuh kembangkan kemampuan motoriknya. Kemampuan motorik hanya bisa dicapai dengan beraktifitas. Penyaluran energi yang berlebih hanya bisa melalui kegiatan yang menguras energi, bukan menguras pikiran. Apa hebatnya anak pintar tetapi fisiknya lemah? Padahal fisik yang kuat akan mampu menopang kecerdasan anak dengan lebih optimal. Untuk itu marilah kita sebagai orangtua atau orang yang lebih dewasa bisa mengarahkan anak-anak untuk seminimal mungkin bermain dengan gadget. Ajak anak-anak untuk melakukan aktifitas fisik lebih banyak. Jangan sungkan dan malu bermain bersama anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s