Wis KADUNG

Dalam bahasa jawa, wis Kadung, sering digunakan untuk menyebut suatu kondisi dimana seseorang sudah terlanjur melakukan sesuatu atau terpaksa berada pada suatu tempat atau kondisi tertentu. Memang kata wis kadung ini terjemahan ke dalam bahasa Indonesia adalah sudah terlanjur. Tetapi konotasi yang terbentuk ketika mendengar kata ini adalah terlanjur terjebak ke dalam suatu kondisi yang kurang menguntungkan. Misal : sudah terlanjur beli. Artinya ada sedikit rasa kecewa sudah membeli suatu barang tertentu. Entah karena harganya lebih mahal dari yang lain atau mungkin kualitasnya tidak sebagus yang diharapkan.

Sebagian kita, bahkan mungkin setiap kita pernah mengalami kondisi yang menyebabkan kita berkata ‘wis kadung’. Sudah terlanjur pesan sesuatu, sudah terlanjur berangkat, sudah terlanjur diterima di fakultas ini, sudah terlanjur beli sesuatu dan masih banyak hal yang lain. Dan sebagian besar menyatakan sedikit rasa kekecewaan terhadap apa yang sedang dijalani.

Wajar saja ada rasa kecewa jika memang apa yang kita dapatkan ternyata tidak sepenuhnya kita jalani dengan hati. Tetapi kita juga punya pilihan untuk menjadikan kondisi ‘wis kadung’ tadi menjadi sesuatu yang memberi makna lebih. Ibarat pepatah ‘nasi sudah menjadi bubur’ maka akan ada kesempatan bagi kita untuk bagaimana menjadikan ‘bubur’ itu menjadi sesuatu yang nikmat, bahkan lebih nikmat daripada nasi. Kuncinya adalah mulai menjalani dengan sepenuh hati.

Kalau kita ingat bahwa setiap apa yang kita jalani adalah garis yang telah ditentukan oleh Allah SWT maka dengan keyakinan bahwa pasti ada banyak kebaikan yang Allah berikan melalui kondisi tersebut maka kita akan bisa mengubah ‘bubur’ tadi menjadi ‘bubur lezat’. Intinya jangan sampai rasa kecewa kita mengalahkan potensi yang bisa kita kerahkan untuk mendapat hasil terbaik yang kita bisa. Terlanjur membeli sesuatu yang mahal memberi kita pelajaran bahwa sebelum membeli pastikan dahulu perbandingan harganya. Terlanjur kuliah di jurusan pilihan kedua masih menyisakan ruang yang luas bagi kita untuk menjadi seorang ahli di bidang yang sedang kita geluti.

Sudah sepantasnyalah bagi kita untuk lebih mengedepankan bagaimana meraih hasil maksimal dari apa yang kita jalani alih-alih merasa kecewa dan nglokro. Sesuatu yang dijalani dengan sepenuh hati, insya Allah hasilnya akan luar biasa. Hal biasa dilakukan dengan cara yang cerdas maka hasilnya akan menjadi sesuatu yang luar biasa. So mari jadikan kondisi ‘wis kadung’ tadi menjadi kondisi dimana kita akan menjadi sesuatu yang luar biasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s