HATI-HATI MODUS PENIPUAN MENYERANG APOTEK BARU

logopenipuan1Ada-ada saja modus kejahatan dewasa ini. Semakin bermacam dan bervariasi. Seperti halnya yang menimpa kepada Apotek kami yang tergolong masih baru, belum genap dua minggu beroperasi. Namun dalam masa yang masih baru itu sudah dua kali mengalami kasus penipuan.

 

Modus penipuan pertama.

Datang seorang laki-laki yang membawa kuitansi penagihan uang iuran sampah sebesar Rp. 500.000,- dimana sudah membayar di muka Rp.300.000,- sehingga ada kekurangan Rp.200.000,-. Nah si pelaku ini mencoba menagih yang Rp. 200.000,- ini. Dikarenakan saat itu yang menjaga adalah teman kami, dimana merupakan kealpaan kami belum mentransfer hal-hal penting kepadanya, dia memberikan uang sebesar Rp. 40.000,- sebagai cicilan pembayaran. Ya mungkin karena saat itu uang yang ada di kas cuma segitu saja. Saat itu kami sedang ada di rumah dan mengetahui kejadian tersebut melalui pesan WA yang dia kirim. Tentu saja kami kaget, karena memang tidak ada pembicaraan apapun dengan pihak manapun mengenai sampah. Dan kami berkesimpulan bahwa ini adalah modus penipuan. Kemudian kami mewanti-wanti kepada teman kami untuk berhati-hati terhadap hal seperti ini. Padahal sejatinya dia sudah curiga kepada orang tersebut tetapi mungkin karena tidak enak hati akhirnya memberikan uang.

Modus penipuan kedua.

Masih dengan teman kami yang kebetulan sedang menjaga apotek. Dan saya merasa kok kayaknya memang menunggu saat teman kami yang menjaga. Mungkin belajar dari pengalaman temannya ( si pelaku modus pertama ). Kali ini si penipu pura-pura mengirimkan paketan yang dibungkus plastic hitam. Tentu saja disertai nota (palsu) dengan jumlah tagihan Rp.195.000,- untuk barang yang ternyata hanyalah satu kemasan lem pipa dan dua isolasi listrik. Mungkin karena mereknya yang jarang dikenal apalagi bagi sebagian besar wanita merek-merek alat bangunan (saya rasa) jarang yang tahu, makanya tidak curiga dengan harga yang begitu fantastis. Bagaimana tidak, kalau beli sendiri di toko bangunan, paket seperti tersebut tidak lebih dari Rp.30.000, -. Tapi lagi-lagi karena teman kami berpikiran positif bahwa mungkin saja kami yang pesan maka dibayarlah harga paket tersebut. TUNAI. Dan dia baru mengatakan ada paket ketika jatah pergantian jaga. Tentu saja kaget dengan kabar tersebut, mungkin yang bikin kaget adalah sudah terlanjur dibayar tadi. Uang segitu bagi sebuah usaha yang baru mulai tentu saja masih terasa besar. Tapi apalah daya. Sudah terlanjur.

Tetapi ada hikmah dibalik hal tersebut. Setidaknya ambil sisi positifnya saja. Sejak saat itu kami berusaha mentransfer apa-apa yang perlu diketahui, terutama tentang arus kas, apa saja yang masih menjadi tanggungan, apa saja barang-barang yang memang dipesan, dan yang terpenting sebelum melakukan pembayaran harus jelas dulu asal-usulnya. Jika itu pesanan obat pasti membawa nota pemesanan, kalau itu barang lain maka harus koordinasi dengan kami terlebih dahulu. Tapi kami sepakati bahwa untuk saat ini tidak ada pesanan lain selain pesanan obat. Pesanan selain obat otomatis tidak perlu ditanggapi apalagi sampai dibayar. Kami juga berusaha komitmen untuk tidak membeli barang bukan obat melalui kurir. Kalaupun harus diantar maka biar diantar ke rumah saja.

Untuk itu perlu berhati-hati bagi teman-teman yang akan memulai usaha baru. Modus penipuan yang lain juga masih banyak sehingga kita harus tegas dan tega terhadap si penipu. Jika kita bekerja dalam tim, pastikan ada kejelasan dan kesepahaman bersama sehingga misunderstanding tidak menjadi celah bagi penipu untuk melakukan aksinya. Dan terakhir, jangan lupa perbanyak infaq dan sedekah, semoga Allah mengganti dengan yang lebih banyak melalui usaha kita. Selalu memohon rejeki yang berkah dan manfaat dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s