Hujan Bulan November

Mendung berhari-hari yang lalu nampaknya sudah tak kuasa lagi membendung rindu. Semalam, dipeluknya bumi yang gersang dengan air cintanya. Deras. Aroma tanah meruak sebegitu harumnya. Bumipun rupanya rindu jua. Berbulan-bulan hanya mereguk setetes kesejukan yang disiramkan setiap pagi, malam itu bumi mereguk kepuasan. Air yang dikirim meresap hingga ke dasar relung kalbu. Memberikan kedamaian bagi sesiapa yang merasainya.

Hujan bulan November. Tak seperti tahun lalu, agaknya hujan kali ini datang agak terlambat. Beberapa hari saja. Seakan ingin menguji seberapa besar rindu bumi kepadanya. Terbukti sudah bahwa bumi pun setia menanti. Curahan hujan dan aroma tanah menjadi bukti betapa keduanya saling mencintai.

Hujan selalu memberi arti yang berbeda. Mungkin kita pernah mendengar cerita tentang penggila hujan. Atau mungkin kita pernah membaca beribu sajak tentang hujan. Lihatlah betapa hujan menjadi sesuatu yang mampu mengisi ruang hati sesiapa saja.

Hujan bulan ini, persis menyambut satu tahun kepindahan kami ke tempat tinggal baru. Semoga senantiasa memberi berkah kepada kami. Memberikan kedamaian. Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Dan hujan bulan November akan menjadi awal memasuki musim penghujan. Siap menyambut buah-buahan yang akan segera bertebaran di pasar-pasar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s