Putri Kecil Tak Beranting

antingDulu, dan sebagian masih sampai saat ini, saat melihat putri kecil kami, orang-orang akan bertanya, “ Ini cewek apa cowok ya? “ atau “ Ini tampan atau cantik ya? “. Dan hampir ketika kami menjawab bahwa putri kecil kami adalah perempuan maka pertanyaan lanjutan bisa kami pastikan tidak jauh dari makna “ Kok tidak dipakaikan anting-anting?”. Dan seperti biasa juga akan kami jawab “ Iya tidak dipakaikan anting… “ dengan senyum penuh makna.

Memang entah kenapa kami sebagai orangtuanya kompak untuk tidak “memaksakan” kehendak dengan memakaikan anting-anting. Kami menganggap anting-anting bagi anak perempuan bukanlah suatu hal yang wajib. Mengapa kecil-kecil sudah disakiti bagian tubuhnya hanya demi memasang benda logam tersebut. Biarlah kelak ketika dewasa dia yang menentukan apakah akan memakai anting atau tidak. Tentu saja jika memutuskan memakai anting-anting maka dia sudah tahu resikonya , mungkin akan ada sedikit rasa sakit saat membuat lubangnya.

Terlepas dari hal tersebut, kami ingin menyampaikan bahwa bagi kami anting-anting bagi anak perempuan bukanlah hal yang wajib. Dan kami memilih keputusan yang demikian tentu sudah mempertimbangkan masak-masak termasuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan sebagaimana di atas. Memang akan lebih mudah bagi orang lain jika ingin menyebut dengan sebutan khas gender, mas atau mbak. Tetapi toh kami rasa, pakaian juga bisa menunjukkan jenis kelamin dari seorang anak. Kita tentu yakin bahwa tidak mungkin orangtua memakaikan pakaian anak perempuan kepada anak laki-lakinya. Tapi mungkin itu belum cukup mewakili atau menggantikan peran anting-anting. Nyatanya ketika putri kecil kami sudah didandani dengan pakaian anak perempuan masih saja ada yang bertanya “ laki-laki atau perempuan?”. Bahkan yang lebih aneh lagi sudah dipakaikan kerudung masiiih juga ditanya “ laki-laki atau perempuan?” . Saya pribadi jadi mengambil kesimpulan bahwa pertanyaan “ laki-laki atau perempuan?” tidak selalu untuk mengetahui dengan sebenarnya jenis kelamin seorang anak tetapi hanya sekedar basa-basi saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s