Dunia Motor : Laki-laki itupun berubah menjadi Bebek

Sudah hampir tiga bulan ini saya sudah tidak bersamanya. Dia sudah pergi dijemput sepasukan prajurit Soekarno-Hatta yang berjumlah 75 orang itu. Kini sebagai penggantinya saya telah dipersuntingkan dengan yang lain. Laki-laki itupun berubah menjadi bebek. Ngomongin apa sih?

Ini tulisan sebenarnya mau memberitahu bahwa saya tidak lagi mengendarai motor Laki-laki dan berganti dengan motor Bebek. Makanya judulnya dibuat sedemikian sehingga agak dramatis, menurut saya. Mega Pro tahun 2005 yang sudah setahun membersamai saya akhirnya dilepas seharga Rp.7.500.000,- pada suatu malam di saat yang tak terduga. Kemudian berganti dengan bebek Supra X 100 cc. Memang ada bedanya sih, sangat terasa. Yang sebelumnya 160 cc disunat menjadi 100 cc. Kalau dulu berkendara dengan pelan adalah pilihan maka sekarang adalah kewajiban. Kalau dulu pengen ngebut tinggal tarik gas pol, sekarang harus lebih sabar. Mau gas pol si bebek meronta, dibawa pelan kadang menguji emosi apalagi kalau telat berangkat.

Tapi tak perlu disesali lha wong nyatanya memang tidak menyesal. Ambil hikmahnya saja bahwa dengan kendaraan yang bisanya pelan, mau dipaksa seperti apapun juga tetap pelan, membawa keuntungan bahwa kita bisa lebih aman berkendara. Tidak ada acara kebut-kebutan di jalan, selain gak aman juga nyali sudah tidak sebesar dulu. Sekarang sudah mikir-mikir. Lebih mengutamakan selamat karena ada yang menunggu di rumah.

Mengendarai motor bebek memberi keuntungan terutama bagi orang-orang seperti saya yang memiliki balita. Betapa repotnya jika menggendong sambil mengendarai motor seperti pernah saya alami dengan mega pro. Tangan kanan pegang gas, tangan kiri siaga dengan kopling. Kadang ada rasa tidak nyaman terkait keamanan si kecil. Dengan motor bebek maka tangan kiri leluasa pegang si kecil sementara tangan kanan pegang gas. Jalan pelan-pelan tetap oke karena tidak perlu khawatir motor mati mendadak karena tarikan gas kurang. Dan lebih nyaman membawa si kecil berkeliling kompleks karena yakin dalam pegangan kita.

Yang selanjutnya lebih gampang dalam membawa beban, semisal harus isi ulang galon di warung terdekat. Membawa pakai motor bebek ternyata membawa kemudahan tersendiri. Belum lagi jika diminta belanja maka akan lebih mudah membawa belanjaan. Dan masih banyak lagi. Jadi di satu sisi bolehlah ada sesuatu yang berkurang, tetapi di sisi lain banyak kelebihan yang dihadirkan. So syukuri yang ada saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s