Yang cantik-cantik selalu bikin heboh. Lebay gak sih?

Setiap berita yang memuat kosakata ‘wanita cantik’ selalu menjadi viral di dunia maya. Sumber beritanya langsung menyebar di mana-mana. Bahkan tak jarang kita membaca hal yang sama dari sumber yang berbeda-beda. Tengok saja judul semacam “ wanita cantik ini menjadi tukang tambal ban “ atau “ penjaja camilan yang cantik “ atau “ wanita cantik ini berprofesi sebagai pemulung” pasti akan menjadi trending topic meskipun untuk tempo yang tidak lama. Dalam kasus ini saya lebih melihat bahwa sebagian kita penasaran. Masak sih cantik-canti jadi tukang tambal ban? Masak sih cantik-cantik cuma jadi penjaja camilan? Masak sih pemulung kok cantik?

Nah dari dasar berpikir inilah saya ingin berkomentar. Kayaknya bagi sebagian kita masih sulit memahami ketika ada wanita cantik menjalani profesi yang bagi sebagian kita termasuk dalam kasta nomor dua. Atau dengan kata lain awalnya kita membuat kalimat yang menyatakan keraguan “ Ah gak mungkin wanita cantik mau jadi tukang tambal ban atau penjaja camilan atau pemulung…“ Tapi persepsi seperti itu LEBAY gak sih?

Bukankah setiap kita berhak punya pekerjaan tanpa harus dikaitkan dengan wujud fisik kita. Yang namanya fisik kan sudah pemberian Yang Maha Kuasa dari sononya. Lantas apakah hal tersebut menjadikan seseorang pantas dan tidak pantas menjalani sebuah pekerjaan tertentu. Apakah yang cantik tidak boleh menjadi tukang tambal ban atau pemulung? Kok seakan kita justru mengatakan bahwa tukang tambal ban atau pemulung itu pekerjaan orang-orang berfisik jelek, yang cantik gak pantas. Lalu ketika kenyataan memang demikian, yang cantik dengan pekerjaan tidak cantik maka akan timbul simpati, dorongan dan penyemangat. Bukankah itu artinya diskriminasi bagi yang tidak berfisik cantik nan rupawan. Kenapa mereka tidak mendapat simpati dan penyemangat juga.

Setiap pekerjaan halal adalah mulia sehingga siapapun boleh mengerjakannya, baik cantik maupun tidak. Tidak perlulah kita memperlakukan spesial apalagi hanya karena si wajah cantik. Jika demikian adanya berarti kita memperlakukan secara spesial seseorang yang sudah spesial dengan diberi fisik yang menarik.Lagipula tidak semua yang cantik beruntung mendapat pekerjaan sesuai menurut keadaan fisiknya. Jangan sampai gara-gara komentar yang menyayangkan akhirnya dia merasa tidak cocok dan tidak totalitas. Atau mungkin sebagian kita lebih menyukai wanita cantik yang nganggur saja daripada kerja tetapi pekerjaan kasta dua. Hmmm… entahlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s