Hal-Hal yang Memperlambat Jodoh (bagi laki-laki)

 

Jodoh, ada yang mengatakan adalah rejeki. Sebagaimana rejeki yang akan Allah berikan melalui usaha kita maka demikian juga jodoh perlu diusahakan. Jangan berharap jodoh bila kita saja tidak pernah berusaha menjemputnya. Menjemput jodoh dilakukan tidak hanya melalui usaha lahiriyah tetapi juga mesti diupayakan usaha secara batiniyah. Memperbanyak ibadah, sedekah, puasa sunnah, doa dan memperbaiki kualitas diri merupakan usaha – usaha secara batiniyah. Kemudian usaha-usaha lahiriyah semisal dengan memperbanyak silaturahim, menjalin persahabatan dengan banyak orang dan sebagainya.

Terlepas dari urusan takdir, ada hal-hal yang disadari atau tidak menyebabkan terlambatnya jodoh. Jodoh sebagaimana perlu diluruskan adalah seseorang yang sah menjadi pasangan sejak ijab qabul diucapkan. Sebelum itu tidak bisa disebut sebagai jodoh, meski mungkin telah terjalin kedekatan . Nah beberapa hal yang menyebabkan terlambatnya jodoh antara lain :

  1. Terlalu pemilih

Sebagai manusia wajar bagi kita memilih yang terbaik untuk mendampingi kehidupan kita. Berbagai kriteria-pun sudah dipersiapkan demi menyongsong sang belahan jiwa. Harapannya agar kita benar-benar mendapatkan sesuai apa yang kita inginkan. Kita pun akan melakukan penyeleksian terhadap bakal calon pendamping. Dipilih-pilih siapa yang pas dengan kriteria. Namun terlalu pemilih justru menjadi penghambat datangnya jodoh. Orang yang terlalu pemilih terlalu perfeksionis dalam menilai seseorang. Begitu ada yang tidak sesuai meski sedikit saja maka langsung ditolak. Seperti halnya ketika kita memilih baju di toko, kita tahu yang kita inginkan seperti apa, tetapi di toko yang tersedia tidak seperti yang kita inginkan. Model sih oke, tapi warna kita tidak suka, akhirnya tidak jadi. Lalu mencari lagi, dapat yang warna sesuai keinginan, tetapi modelnya jaman baheula. Sampai menjelang toko-toko tutup, dapat yang diinginkan model cocok, warna suka tetapi ada jahitan yang lepas di salah satu sisi. Akhirnya tidak jadi beli. Ketika kita menghendaki seseorang yang sempurna maka terlalu banyak waktu yang terbuang percuma.

  1. Terlalu Pemalu

Pernah ada seorang tetangga yang ingin mencarikan jodoh buat adik laki-lakinya yang sudah menginjak usia 35-an tahun. Ketika itu saya bertanya mengenai gambaran adiknya tersebut. Waktu itu tetangga saya bilang kalau adiknya seorang yang pemalu. Kalau berhadapan dengan wanita pasti gak berani bicara. Intinya terlalu pemalu. Sifat malu memang sesuatu yang baik jika ditempatkan sesuai kondisinya. Malu untuk berbuat buruk, malu untuk berbuat aniaya, malu untuk melanggar aturan dan semacamnya merupakan sifat malu yang baik. Tetapi terlalu pemalu dalam berinteraksi dengan oranglain justru menjadi kontra produktif. Kenapa harus malu berhadapan dengan orang lain? Asalkan kita tidak bersalah, tidak menyakiti dan tidak berbuat yang buruk mengapa mesti malu. Apalagi jika seorang laki-laki yang dia akan menjadi imam keluarga, menjadi kepala keluarga, yang dipandang oleh masyarakat. Kalau terlalu pemalu, wanita pun akan berpikir berkali-kali untuk memilih laki-laki macam ini. Jadi malu yang berlebihan itu justru akan menghambat datangnya jodoh.

  1. Terlalu Penakut

Terlalu penakut tidak selalu identik dengan pemalu, meski kadang seorang yang pemalu itu juga seorang penakut. Penakut yang dimaksud di sini adalah orang yang takut untuk segera membangun komitmen. Laki-laki sudah tahu kalau wanita itu mau menjadi pendampingnya, si wanita juga sudah menunggu lamaran dari laki-laki tersebut, akan tetapi kiranya si laki-laki tidak punya keberanian untuk segera meminta kepada ayah si wanita. Terlalu banyak bayang-bayang gelap yang menyelimuti pikirannya, jangan-jangan ditolak, jangan-jangan orangtuanya tidak suka, jangan-jangan… Dan akhirnya sampai si wanita dilamar orang lain baru menyesal. Berhari-hari mengurung diri di kamar, menangis di pojok ruang sambil main kelereng. Itulah akibatnya bila terlalu penakut. Laki-laki itu harus kuat. Berani mencintai juga berani menanggung resikonya. Kalau tidak ditolak ya diterima. Kalau ditolak harus dengan legawa menerima. Kalau diterima harus siap untuk segera menikahi. Tidak dengan pacaran dahulu. Yang beraninya meminta pacaran dahulu termasuk golongan penakut dan pengecut.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s