Tolong dan Terimakasih

Three Magic Words: Maaf, Tolong, Terima Kasih

” Yah, tolong ambilkan keset di dekat tempat parkir.. ” pinta seorang istri kepada suaminya. Suami dengan sigap segera mengambilkan keset dan diberikan kepada istrinya.

” Terimakasih Yah… ” jawab istri sambil menerima keset yang dimaksud.

Betapa indahnya suasana seperti itu. Tidak ada kesan istri suka menyuruh-nyuruh atau suami merasa tidak dihargai meski sudah melakukan permintaan istri. Sungguh indahnya permintaan yang disertai kata ‘tolong’ dan ucapan ‘terimakasih’. Bahkan dalam kehidupan keluarga, yang notabene-nya sudah tidak ada rasa sungkan diantara anggotanya, kata ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ tetap menjadi kata ampuh dan indah dalam komunikasi kita. Namun kebanyakan kita, kata ‘tolong’ dan ‘terimakasih’ itu akan lebih mudah diucapkan ketika kita berkomunikasi dengan orang lain.  Kita akan merasa rikuh dan tidak enak hati jika tidak mengucapkannya. Padahal ketika kita mampu mengucapkan kepada oranglain tentunya kepada keluarga juga mampu bahkan harus.

‘Tolong’ dan ‘terimakasih’ termasuk dua kata dalam golongan tiga kata yang memiliki efek dahsyat, selain ‘maaf’. Kata ‘tolong’ digunakan sebagai pendahulu kalimat perintah atau permintaan. Kata ‘tolong’ akan membuat seseorang  merasa dibutuhkan sehingga seseorang akan senang hati melakukan apa yang diminta (diperintahkan). Sebaliknya, hilangnya kata ‘tolong’ akan membuat seseorang merasa disuruh-suruh, diletakkan kedudukannya lebih rendah dan merasa diperlakukan sebagai pembantu. Oleh karena itu jangan lupa untuk melekatkan kata ‘tolong’ pada saat kita meminta bantuan orang lain. Bahkan dalam lingkungan kerja sekalipun akan elok jika pimpinan memberikan perintah kepada bawahannya dengan tetap menyertakan kata ‘tolong’.

Kata ‘tolong’ biasanya dekat hubungannya dengan ‘terimakasih’. Kata ‘terimakasih’ merupakan perwujudan kerendahan hati kita untuk mau mengakui bahwa kita telah menerima bantuan, yang secara tidak langsung mengakui kelemahan kita dan sebaliknya mengakui kelebihan orang lain. Oleh karena itu selalu usahakan mengucapkan ‘terimakasih’ kepada orang lain seberapapun mereka telah membantu bahkan sekedar dibawakan sesuatu yang mungkin bagi kita tidak terlalu berharga.

Yuk mari kita budayakan mengucapkan ‘tolong’ dan ‘terimakasih’ agar hubungan kita dengan sesama menjadi lebih hangat dan komunikasi berjalan dengan baik.

 

2 thoughts on “Tolong dan Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s