Hal-hal Berikut ‘Wajib’ Dihindari Ketika Menulis Karya Ilmiah

Menulis karya ilmiah bagi sebagian besar orang merupakan hal yang tidak mudah. Apalagi yang tidak terbiasa membuat karya ilmiah, bisa-bisa bikin stres. Bagaimana tidak, berbagai hal yang tadinya kita anggap akan mempermudah justru menjadi hal yang harus dihindari.  Berikut hal-hal yang ‘wajib’ dihindari ketika menulis karya ilmiah.

a) Fabrikasi adalah tindakan membuat data dari yang tidak ada menjadi seolah-olah ada (pemalsuan hasil penelitian) yaitu mengarang, mencatat dan/atau mengumumkan hasil penelitian tanpa pembuktian telah melakukan proses penelitian. Kita mengarang suatu data tanpa ada penelitian terlebih dahulu. Misalkan kita menyajikan data persebaran penduduk di suatu wilayah tetapi kita hanya mengira-ngira saja tanpa melakukan sensus atau survey atau mengambil data dari instansi terkait. Intinya kita mengarang data tersebut.

b) Falsifikasi adalah mengubah data dengan maksud agar sesuai yang dikehendaki peneliti (pemalsuan data penelitian) yaitu memanipulasi bahan penelitian, peralatan atau proses, mengubah atau tidak mencantumkan data atau hasil sedemikian rupa, sehingga penelitian itu tidak disajikan secara akurat dalam catatan penelitian.
Berbeda dengan fabrikasi, falsifikasi lebih kepada memanipulasi data yang ada sehingga hasilnya sesuai dengan dugaan atau teori yang kita gunakan. Sebagai contoh misalkan kita mengukur tegangan suatu sensor panas. Tren data yang kita ukur, semakin panas suhu yang diukur semakin tinggi tegangannya. Namun pada suhu tertentu terjadi anomali dimana tegangan tidak naik tetapi justru turun. Lalu daripada kita repot menjelaskan hal tersebut, kita mengambil langkah 1) mengubah nilai tegangan yang turun tadi dengan nilai yang berbeda atau 2) menghapus data pengukuran pada suhu tersebut sehingga tidak tercatat adanya anomali tersebut. Hal ini merupakan pembohongan dalam sebuah karya ilmiah. Justru seharusnya anomali tersebut ditangkap dan dicari tahu kenapa hal tersebut terjadi, bukan malah disembunyikan.

c) Plagiasi adalah pencurian gagasan, pemikiran, proses, objek dan hasil penelitian, baik dalam bentuk data atau kata-kata, termasuk bahan yang diperoleh melalui penelitian terbatas (bersifat rahasia), usulan rencana penelitian dan naskah orang lain tanpa menyatakan penghargaan.
Secara mudahnya plagiasi adalah peniruan karya (orang) lain, tanpa menyebutkan sumbernya. Bahkan ada yang menyebut termasuk plagiasi adalah menulis secara utuh sebuah kalimat dari karya (orang) lain meskipun menyebutkan sumbernya. Selain itu ada istilah self plagiarism, yaitu menulis satu kalimat utuh dari karya ilmiah lain yang telah kita publikasikan, milik kita sendiri. Kok bisa? Padahal kan yang membuat karya ilmiah terdahulu juga kita sendiri, kok tidak boleh menyalin sebagian isinya? Yup begitulah adanya. Jadi meskipun kita yang membuat karya ilmiah yang terdahulu, namun ketika kita akan menggunakan sebagai rujukan di karya ilmiah selanjutnya maka usahakan dengan pembahasa-an yang berbeda dan tetap mencantumkan sumbernya (meski milik kita sendiri juga).

d) Duplikasi adalah pemublikasian temuan-temuan sebagai asli dalam lebih dari 1 (satu) saluran tanpa ada penyempurnaan, pembaruan isi, data, dan/atau tidak merujuk publikasi sebelumnya;

e) Fragmentasi/salami adalah pemublikasian pecahan-pecahan dari 1 (satu) temuan yang bukan merupakan hasil penelitian inkremental, multi-disiplin dan berbeda-perpektif.

Itulah lima hal yang harus kita hindari ketika menulis karya ilmiah demi ‘keselamatan’ kita. Selamat berkarya…🙂

 

(Rujukan Utama Peraturan ka LIPI No.06/E/2013 tentang Kode Etika Peneliti)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s