Aku ingin berlari, Kamunya tidak…

Beberapa waktu yang lalu saya dipanggil oleh pimpinan untuk menghadap. Dalam pertemuan itu beliau menanyakan “ Terkait penerbitan sertifikat mas, ini kenapa selalu mundur bahkan yang angkatan 3 kemarin sudah satu bulan lebih belum jadi? Bolah ruwete (pangkal permasalahannya) dimana? Saya inginnya 10 hari selesai pelatihan, sertifikat sudah bisa dibagikan. Ini sudah banyak komplain yang saya terima“.

Tupoksi sampingan saya di kantor adalah membuat sertifikat. Sebuah tugas sampingan yang tidak bisa dikerjakan sambil lalu. Seringnya saya menghabiskan beberapa hari untuk menuntaskannya. Sudah bertahun-tahun profesi ini saya geluti tentu saja saya paham betul simpul-simpul kemacetan sehingga sertifikat tidak bisa lancar jaya menuju tangan alumni pelatihan. Parahnya kalau sertifikat tak kunjung selesai pasti yang jadi sasaran tudingan pertama tentu saja saya. Ya memang sih yang terlihat jelas dalam hal ini adalah orang yang bertugas mencetak, terpampang nyata hasilnya.

“Begini pak….” saya mulai angkat bicara. “ Pembuatan sertifikat ini memerlukan proses yang panjang nan berliku, seperti kehidupan pak . Pertama, instruktur mengumpulkan DRH dan syarat lainnya (foto, fotokopi KTP dan fotokopi ijazah) sudah lewat beberapa hari dari pelatihan berakhir. Data-data itu masuk ke pak Kun untuk diberikan penomeran sertifikat dan juga diarsipkan oleh beliau (manual pula…). Ini butuh waktu yang cukup untuk bikin kuku panjang lagi setelah dipotong. Setelah itu baru saya minta untuk saya tulis ulang (arsip manual tentu saja tidak bisa langsung didigitalkan dengan hanya mengucap “berubah”). Sementara itu saya juga butuh data nomor SK dari pak Muh. Dan ini juga kadang harus nunggu 2 sampai 3 hari. Jadi saya ini kurang setia apa coba pak.. Nunggu selama itu saja saya rela... Baru setelah itu bisa saya seting untuk jadi sertifikat.. Belum lagi kalau blangko belum siap seperti sekarang ini.. Jadi saya mesti menanti lagi. “

“ Duh ternyata begitu ya? “ kata beliau sambil mengelus kepala dengan rambut sesenti itu. “ Kalau dipercepat bisa enggak? Apa yang harus dilakukan? “

“ Insya Allah bisa pak.. Selama ini yang kurang adalah kontrol.. Instruktur belum mengumpulkan data-data juga tidak ada yang ngoyak-oyak (mengejar-ngejar) untuk segera mengumpulkan. Dan saya, meski tidak punya wewenang, kadang juga sudah ngoyak-oyak pak. Tanya kesana kemari, sekilas mirip dept collector nagih nasabah.. Pak Kun belum menyelesaikan penomoran sampai kuku panjang, saya pun gak punya wewenang ngoyak-oyak.. Demikian juga pak Muh. Kalo belum ada ya mau gimana lagi.. ”

“Solusinya? “

Anda bertanya kepada orang yang tepat pak… Salut.. Yang pertama dimohon instruktur mengumpulkan data lengkap 3 minggu pelatihan berjalan. Lalu setelah itu diberi nomor oleh pak Kun, katakanlah satu minggu. Setelah itu baru saya ketik dan cetak sertifikat..Ini juga tergantung mood saya pak, jadi mohon jaga hati saya pak biar gak terluka..Sehingga harapannya begitu selesai pelatihan tinggal saya print sertifikat dan segera ditempeli foto oleh pak Kun. Lalu dimintakan tandatangan njenengan dan kepala Dinas.”

Dan dialog selanjutnya tidak relevan untuk ditulis. Ada semacam rahasia intitusi gitu . Inti dari kejadian tersebut adalah ketika aku ingin berlari, tetapi pihak yang diajak lari tidak mendukung, ya akhirnya segala sesuatu hanya berjalan lambat. Dan begitulah hukum kerjasama. Kecepatan tim dalam menyelesaikan pekerjaan justru ditentukan oleh anggota yang paling lambat. Andai semua tim bisa satu arah satu tujuan dan satu cita-cita untuk kerja dengan cepat ya insya Allah bisa segera selesai. Dan tugas saya adalah menjadi pengontrol tim ini agar segalanya bisa lebih cepat. Aku ingin berlari, maka kamunya harus ikut lari.

#challenge #1
#ODOP
#OneDayOnePost

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s