Tolong dong jangan pakai foto pasangan

Jaman sekarang siapa sih yang tidak menggunakan sosial media? Hampir semuanya menggunakan, entah karena kemanfaatan yang diperoleh atau karena ngikutin tren saja. Tapi saya yakin karena kemanfaatannyalah sosial media digunakan oleh banyak orang.

Sosial media, sebut saja semacam WA, IG, Line mempermudah komunikasi kita. Salah satunya kita bisa melihat wujud (baca:foto) orang yang diajak chat atau call melalui foto yang dipasang atau biasa disebut pp (profile picture).

Saya yakin hampir semua memasang foto favorit sebagai pp. Perkara pp ditampilkan ke semua orang atau hanya yang dalam kontak saja itu urusan lain. Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu suka memajang pp dengan foto diri apalagi close-up. Terkecuali dalam hal saya butuh memperkenalkan diri di sebuah grup baru atau menghubungi orang lain untuk urusan penting.

Seberapa penting sih pp itu? Ya tergantung masing-masing orang sih. Kalau saya penting gak penting. Saya sendiri malas membalas chat orang yang tidak ada foto profilnya. Hehehe…

Di sisi lain saya (laki-laki) agak risih ketika ada teman laki-laki yang pasang pp foto perempuan (entah foto istrinya atau entah siapa). Sebenarnya haknya dia juga sih mau pasang pp apapun.

Hanya saja ketika yang dipasang adalah foto istri atau perempuan lain akan berpotensi menimbulkan fitnah. Bisa jadi menimbulkan ketertarikan. Atau ketika tidak sengaja kita chat dan terlihat oranglain dikiranya chat dengan perempuan lain. Yang lebih parah kalau dicurigai yang enggak-enggak, dikiranya modus penipuan, nomer sengaja diberi nama laki-laki padahal perempuan.

Nah untuk menghindari hal-hal tersebut sebaiknya kita hindari pasang pp foto istri (tanpa ada kita). Sama-sama saling menjaga agar gak timbul fitnah. Jangan sampai orang lain mengagumi istri kita, jangan sampai menimbulkan masalah di seberang sana.

Nikah (lagi) itu Sunnah, tapi….

Saya tidak tahu siapa yang menuliskan kalimat ini. Mohon jika ada yang tahu bisa memberikan info kepada saya. Isinya menggelitik…

“Menikah (lagi) itu sunnah. Tapi menjaga keutuhan keluarga itu wajib.”

Intinya jelas. Bagi yang pengen nikah lagi pikir-pikir dulu deh. Kalau keputusan itu justru mengganggu keutuhan keluarga yang sudah terbangun yaa mending jangan deh. Apakah gak boleh? Boleeeeh… Tapi ya itu tadi. Kita tentu juga sudah paham bahwa wajib harus didahulukan daripada sunnah. Ya kan???