(direkomendasikan) KOMPETEN

“……dengan ini Anda direkomendasikan KOMPETEN”

Legaaaaa…. Setelah kata itu diucapkan oleh master asesor yang mengujiku. Seakan seluruh pengorbanan terbayar lunas.

Mengikuti diklat asesor ini memang menjadi salah satu target dalam karirku sebagai seorang instruktur. Sempat di-PHP sama mantan kepala beberapa tahun yang lalu, dijanjikan ‘tahun depan’ diikutkan diklat asesor. Tapi setelah tahun berlalu tidak juga ada geliat kabar pemanggilan. Fix, aku dibohongi. Akhirnya gerilya mencari informasi dan membangun koneksi dengan ketua LSP , akhirnya panggilan itu datang. Tak perlu ditunda-tunda langsung saya iya-in aja, tentu dengan memikirkan konsekuensinya (jauh dari keluarga).

Tepat 13 November 2017, saya meluncur ke BLK Surakarta. Berpisah sementara waktu dengan orang-orang tersayang, memang memunculkan sebuah drama tersendiri. Tapi selalu saya jelaskan bahwa ini demi karir dan tentu saja demi keluarga. Dan alhamdulillah mereka bisa memahami.

Tiba di halaman BLK Surakarta sekitar jam 08.20 WIB, langsung menuju ke ruangan untuk segera mengikuti acara. Ternyata hari itu langsung dimulai pembelajaran. Full day sampai maghrib. Sudah tak terkira badan ini. Rupanya masuk angin gara-gara AC. Ya untuk ukuran makhluk ndeso seperti saya ini, AC bukan sahabat yang baik. Tapi kok ya ndilalah duduh tepat di bawah AC. Semalaman rasanya gak karuan. Adem panas awakku, gara-gara itu. Tidur awal menjadi satu-satunya solusi untuk esok bangun pagi. Bagaimana lagi, esoknya harus ikut lomba MTQ tingkat DIY. Kudu setrong, harus fit.

Tanggal 14 November, bangun pagi terus mandi, tak lupa gosok gigi. Meski badan agak ga nyaman tapi harus dipaksakan demi sebuah tanggung jawab dan pengalaman. Setengah enam meluncurlah ke BKD DIY. Belum sarapan lagi. Sepanjang perjalanan terasa sepi. Bukan karena jalanan sepi, tetapi hati ini yang sepi. Biasanya ketika duduk dibelakang stang bulat itu pasti diiringi celoteh bidadari-bidadari kecilku (yang besar juga ding..hehehe). Hampir belum pernah bepergian sendirian menggunakan kotak bermesin itu. Kenapa gak nyetel radio? Ya itulah.. baru kepikiran setelah beberapa hari kemudian.. 😀 Lagian juga jarang dengerin radio kalo kemana-mana. Dua jam berlalu dan sampailah di tempat tujuan.

Sampai di BKD DIY bersiap diri, berpakaian rapi, sholat dhuha, langsung menuju tempat lomba. Dapat urut nomor 5, tapi majunya ketiga. Nomor satu dua entah kemana. Jatah saya adalah dakwah putra daaaan masya Allah saingannya ustadz semua. Juara satu dua tahun lalu juga ikut. Dah.. kalah ngustadznya, kalah pengalamannya dan kalah nggantengnya. Ya sudah hasil lomba itu sudah bisa ditebak. Oke terima, bahwa yang penting aku sudah mencoba.

“Tidak menang bukan berarti kita buruk, tetapi karena banyak yang lebih bagus.”

Dan kembali lagi harus meluncur ke tempat diklat. Dua jam juga. Badan ini rasanya sudah gak karuan. Mengikuti pelajaran sampai maghrib lagi.

(akan dilanjutkan…… )

(…..ini lanjutannya. Sebulan berlalu baru sempat nulis lagi.. hadeh..)

Tanggal 15 November. Dini hari bangun sendiri (gak ada yang mau bangunin, lagian juga tidak mau dibangunin. Wis gitu aja). Sengaja untuk memilih berbeda dengan kawan-kawan yang lain, selain karena kondisi badan yang sedang tidak bersahabat. Di saat yang lain selepas makan malam (pesan via ojek online) dilanjut dengan mengerjakan tugas, maka saya sedang bergelut dengan demam yang sedang asyik memulai tugasnya menghangatkan badan. Rasa lemas dan pusing tentu tidak memungkinkan untuk dibawa mengerjakan tugas. Yang ada badan tidak membaik, tugas juga tidak tertunaikan dengan bagus.

Berencana bangun tengah malam di saat yang lain sudah selesai dengan tugasnya sementara saya baru akan memulai. Namun sebuah keuntungan bagi saya dengan mengerjakan sendirian. Bisa fokus dan lebih tenang. Tidak terprovokasi karena ada teman yang sudah nge-print, biasa leluasa menggunakan printer tanpa harus mengganggu dan menunggu saat digunakan oleh orang lain.

Dan setelah 3 jam berjibaku berjuang sendirian akhirnya sesi perjuangan diakhiri dengan mencetak tugas. Fix. Alhamdulillah. Sejurus kemudian berusaha mengambil waktu untuk istirahat sebelum nantinya bangun subuh.

Siang hari materi diklat adalah bagaimana menyiapkan asesmen. Bagaimana menyiapkan perangkat untuk melakukan asesmen. Membuat materi soal. Mengambil satu unit kompetensi dan mengerjakan perangkat-perangkat asesmen berdasarkan unit tersebut. Tidak ada yang menarik karena saya lebih fokus pada kondisi tubuh yang tidak fit. materi yang disampaikan bagai angin lalu. Tugas dikerjakan sesuai pemahaman saya sendiri. Salah? Tak masalah. Toh juga kalau disuruh revisi tinggal revisi saja. Simpel.

Materi siang itu diakhiri dengan pemberian tugas. Dan seperti malam sebelumnya ritual bangun tengah malampun menjadi pilihan.

Tanggal 16 November. Dini hari bangun, ngerjain tugas dan menghafalkan skenario asesmen. Tiga jam lebih bahkan sampai subuh tidak tidur. Walhasil sehabis subuh terasa ngantuk sekali. Tertidur di mushola.

Pagi hari mencari sesuap nasi di angkringan barat BLK. Nasib diklat kali ini, makan malam dan sarapan mandiri.  Belum lagi asrama juga bayar sendiri. Diklat yang berbeda dari umumnya. Tapi tak mengapa, yang penting saya bisa mendapatkan kesempatan ini demi karir di masa mendatang.

Materi hari ini, mandiri. Mulai dari mempersiapkan materi yang berbeda dari yang sudah dibuat juga harus bermain peran menjadi asesor. Mulai dari menerima pendaftaran sampai melakukan asesmen. Dan sayapun juga sempat melakukan simulasi dengan beberapa teman meskipun juga tidak bisa fokus. Lha gimana mau fokus? Di saat yang lain sudah secara jelas siapa partner bermain dramanya, sementara saya menunggu teman yang kebetulan sedang luang untuk diajak belajar. Belum lagi ternyata untuk ujian besok (17 November 2017) harus mencari asesi (orang yang akan diuji) sendiri. Dan beruntungnya lagi tak ada satupun yang saya kenal. Mau cari siswa pelatihan, jelas saya gak mengajar di sana. Mau cari karyawan BLK juga tidak ada yang kenal, kecuali teman instruktur, itupun bersedia sebagai cadangan saja.

Tapi alhamdulillah ada yang berinisiatif dari BLK yang mencarikan. Dan agenda siang itu adalah melobi calon asesi saya tentang ujian esok hari. Setelah deal dan paham maka disepakati untuk esoknya berjuang untuk bermain drama.

Tanggal 17 November. Hari penentuan. Hari ujian. Deg-degan. Wajar sih. Meskipun pada simulasi drama saya sebagai asesor, tetapi sesungguhnya sayalah yang sedang di asesmen oleh master asesor. Belum lagi master asesornya terlihat tidak bersahabat, kaku dan saklek. Tapi yaa asesor memang harus seperti itu. Hitam dan putih. Tak ada wilayah abu-abu. Bisa katakan bisa. Kompeten katakan kompeten. Gagal katakan gagal.

Rasa deg-degan semakin bertambah ketika tahu saya ternyata urutan terakhir. Dan bagusnya lagi, saat yang urutan pertama selesai dengan proses asesmennya dan mengumpulkan berkas ujiannya saya masih menunggu untuk sekedar dipanggil mengumpulkan materi untuk dikoreksi. Tapi mau bagaimana lagi. Sudah takdirnya begitu. Jalani, Nikmati dan Syukuri saja.

Sekira pukul sembilan lebih saya dipanggil untuk diberi perintah selanjutnya. Daaaan ternyata perintahnya adalah memperbaiki materi untuk asesmen karena masih ada yang salah. Yup ada kesalahan sedikit dan alhamdulillah tidak ada koreksi lain selain yang hanya selembar itu. Kerjakan secepatnya, cetak lalu serahkan. Setelah dikoreksi dan tidak ada kesalahan lagi maka saya baru boleh melakukan proses asesmen. Mulai dari adegan drama, proses asesmen sampai pada penyampaian hasil kepada asesi.

Prosesnya sebenarnya tidak terlalu lama. Sekira 45 menit sudah selesai. Tapi yang lama adalah menyelesaikan administrasi laporannya. Karena pada ujian ini lebih kepada bagaimana menyampaikan laporan yang lengkap. Yang pasti setiap lembar harus diteliti dengan baik. Penyakit Kurap (kurang rapi), Kutil (kurang teliti) dan Kudis (kurang disiplin) harus dihindari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s