Sepuluh Tahun Pacaran

Membahas lebih lanjut tentang kegundahan seorang ibu yang anaknya sudah sepuluh tahun dipacari tetapi tidak ada kepastian kapan nikahnya.

Cerita ini bukan untuk membicarakan kejelekan orang lain, secara nama dan identitas lainnya saya sembunyikan. Ya sebagai perenungan bersama saja.

Jadi beberapa waktu lalu secara tidak terencana seorang ibu-ibu mengeluhkan atau mungkin tepatnya curhat tentang anaknya perempuan yang sudah sepuluh tahun ini dipacari tetapi belum juga ada kejelasan kapan nikahnya.

“Lha gimana to mas, anakku sudah pacaran sejak lulus SMA sampai sekarang belum ada kejelasan kapan nikahnya. Sementara teman-temannya sudah pada berkeluarga, sudah punya anak..”

“Sudah ditanyakan belum bu?”

“Uwis, tapi masih dijanjikan nanti-nanti. Alasannya kemarin baru saja orang tuanya renov rumah sehingga belum ada biaya untuk mengadakan pernikahan. Aku yo sudah bilang ke anakku mbok ya ditanyakan lagi kapan nikahnya.. Sebagai orang tua juga sudah risih, pacaran lama kok belum ada juga kepastian”

” Lha nggih minta ditanyakan lagi bu.. gimana kepastiannya..”

“Anakku bilang malu kalau perempuan ngoyak-oyak (ngejar-ngejar) minta dinikahi. Seperti opo wae.. Tapi usia semakin tua kalau tidak ada kejelasan ya gimana..”

“Nggih biar cari yang lain to bu.. Yang lebih pasti..”

“Iya sih.. tapi eman-eman (sayang) sudah sepuluh tahun pacaran masak tidak diteruskan ke pernikahan.. Padahal teman-temannya juga sempat menanyakan anakku untuk diajak menikah, tetapi anakku masih ngeboti milih dengan yang ini (yang masih dipacari)..”

“Ya gimana lagi bu.. Beri tenggang waktu mawon untuk kepastiannya..”

“Iya ini juga sudah rembugan dengan anak, kalau pertengahan tahun besok ( 2018 ini-red) belum jadi nikah, maka biar cari yang lain.. Masak mengharapkan yang tidak serius..”

“Nggih bu.. setuju niku..”

=======================================================================

Pacaran sepuluh tahun bukanlah waktu yang sebentar. Kalau dihitung lulus SMA 18 tahun maka sekarang sudah usia 28 tahun. Memang sudah usia yang terhitung matang sekali bagi perempuan untuk menikah. Sebaliknya bagi laki-laki masih terhitung usia yang aman-aman bila masih melajang.

Kenapa sih harus pacaran selama itu?

Jika dipikir pacaran selama itu ngapain aja? Apa masih belum cukup menjadikan masing-masing saling mengenal sehingga belum berani melangkah ke jenjang yang halal aka nikah. Atau mungkin memang benar bahwa pacaran itu tidak berpengaruh sama sekali terhadap niat untuk menikah. Harus berapa lama lagi pacaran itu akan dijalani? Jangan-jangan ujungnya bosan lalu mencari yang lain.

Kenapa juga orangtua membolehkan anaknya sampai segitu lama pacaran?

Ini juga perlu ditanyakan. Kenapa dibiarkan begitu lama? Mengapa welcome, oke-oke saja permatanya dijamah laki-laki yang belum menjadi suaminya. Apa tidak kepikiran untuk menjaga permatanya sampai benar-benar ada laki-laki yang baik dan serius. Apa mungkin takut dibilang orangtua yang kolot?

Saya pribadi insya Allah tidak akan membiarkan anak saya kelak pacaran. Apapun itu alasannya, bagaimanapun kondisinya harus dijaga sebisa mungkin dari hal buruk itu. Pacaran hal buruk? Yup.

Seharusnya mulai usia 20an, yang berarti 2 tahun pacaran harus segera ditanting kapan nikah. Atau target misal usia 23 atau 25 nikah. Tapi selama itu masing-masing free tidak ada ikatan apapun. Jika memang jodoh maka akan nikah. Tapi kalau ada yang lain yang lebih dahulu serius maka ya nikahnya sama oranglain itu. Lebih enak kan?

Lalu bagaimana sebaiknya?

Ya mau gimana lagi. Tak ada hal lain yang harus dilakukan kecuali segera minta kejelasan. Kejelasan disini bukan berarti kejelasan nikahnya beberapa tahun lagi tetapi pertengahan tahun 2018 ini memang harus sudah nikah. Itu baru serius.

Dan si ibu ini katanya akan menanyakan langsung ke orangtua laki-laki itu bagaimana kelanjutan hubungan anak-anaknya. Ya memang harus begitu. Pihak perempuan bagaimanapun akan merasa lebih gak nyaman dengan kondisi seperti ini.

Daaaaan…..

Saya masih menunggu sambil berharap pertengahan tahun ini mendapat undangan.. 😀

 

Advertisements

2 thoughts on “Sepuluh Tahun Pacaran

  1. Pingback: Telat Nikah? | satukataku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s