Seleksi Peserta Pelatihan BLK Sleman

Mengawali bulan kedua tahun ini  BLK Sleman menyelenggarakan seleksi pelatihan. Ada 13 sub kejuruan yang dibuka. Sehingga ada 208 kesempatan mengikuti pelatihan bagi sekitar 800-an pendaftar yang berasal dari warga Sleman dan beberapa dari luar. Antusiasme masyarakat tahun ini begitu besar dibuktikan dengan jumlah peserta yang mengikuti seleksi. Ya tentu saja tidak semuanya hadir, sehingga klaim 800-an itu juga perlu diklarifikasi. Tapi setidaknya lebih dari 500 peserta. Buktinya? Ya percaya saja deh.. Hehehe..

Sebagai salah satu kejuruan yang mendapat jatah membagikan ilmu, saya pun tak ketinggalan ikut bersibuk ria menyeleksi calon peserta pelatihan. Ya mulai dari tes tertulis sampai wawancara. Ini sudah pakem alias SOP harus dilakukan kedua tes itu untuk menggali seberapa besar keinginan dan motivasi mereka untuk ikut di kejuruan saya. Jelas bahwa informasi akan lebih tergali dengan metode wawancara dan inilah yang memakan waktu paling lama. Ini saja alhamdulillah dari 54 pendaftar hanya 28 yang ikut. Tak terbayangkan kejuruan lain yang jumlahnya ratusan itu harus berapa lama prosesnya.. Sampai tulisan ini dibuat saja belum selesai proses di kejuruan sebelah. Saking banyaknya.

Saya sendiri menargetkan rata-rata 5 menit saja untuk satu orang. Jadi 28 orang itu sekitar 2 jam 20 menit. Lalu untuk mempermudah saya hanya bertanya beberapa hal saja.

  1. Motivasi ikut pelatihan
    Hal ini untuk melihat motivasi seseorang ikut pelatihan itu apa. Motif ekonomi atau apa. Gak dipungkiri kadang ikut pelatihan hanya untuk mendapatkan uang. Maka dari itu perlu diantisipasi agar hal ini bisa dihindari.
  2. Latar belakang pendidikan
    Seseorang dengan latar belakang pendidikan S1 jelas memiliki posisi tawar yang berbeda dari mereka yang berlatar belakang SMA kebawah. Lulusan sarjana sudah memiliki bekal, punya senjata untuk langsung memasuki dunia kerja. Berbeda halnya dengan mereka yang lulusan SMA kebawah. Kalau tidak memiliki keterampilan maka peluang mendapat kerjaan juga kecil. Sementara jaman now ijazah SMA ke bawah kurang dihargai. Jangankan yang SMA ke bawah, ijazah Sarjana saja kadang tidak cukup.
  3. Latar belakang keluarga
    Nah ini juga penting untuk digali. Kenapa? Karena latar belakang keluarga sedikit banyak menentukan bagaimana seseorang itu harus mendapat prioritas. Itu bagi saya sih.. Jelas seseorang dengan latar belakang keluarga seorang petani harus lebih diprioritaskan daripada anak seorang pegawai (ASN, Polisi, Tentara atau perangkat desa). Jadi yaa gitu…
  4. Gambaran setelah selesai kursus
    Ini juga penting untuk mengetahui seberapa maju kesiapan calon peserta untuk memasuki dunia kerja atau bekerja mandiri. Tapi ya itu sih sebagian besar sepertinya belum siap masuk dunia kerja atau kerja mandiri. Terlihat dari jawaban mereka yang tidak begitu yakin menjawab pertanyaan ini. Ya itulah realitanya.

Begitulah sekilas cerita bagaimana proses seleksi di BLK Sleman. Semata-mata agar proses seleksi benar-benar tepat sasaran. Benar-benar bisa bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat bawah.

Advertisements