Kartu Datapun harus Registrasi

Jaman now kehabisan kuota bisa menjadi hal yang krusial. Seakan-akan terlempar ke peradaban beberapa dekade lalu dimana hape belum sepenting sekarang. Biasanya begitu nomer kita kehabisan kuota lalu dibuang dan beli yang baru. Tapi sekarang kita mesti teliti. Jangan buang kartu yang lawas terlebih dahulu. Kenapa?

Beberapa waktu yang lalu membeli kartu kuota data. Biasanya beli kartu, diaktifkan oleh counter, pasang dan langsung bisa kembali ke peradaban masa kini. Tapi kini gak bisa lagi.

Sekarang kartu data harus diregistrasi lagi mas, pakai nomor KK dan KTP.. Sudah sejak seminggu lalu” kata petugas counter.

Untuk saat ini berlaku untuk Indosat dan Telkomsel..

Lalu kalau sudah habis bagaimana?

Kalau sudah habis kartu lama jangan dibuang, harus di UNREG dulu agar No KK dan KTP bisa digunakan lagi (CMIIW, satu no KTP maksimal 3 kartu).”

Untuk REGISTRASI atau UNREG bisa Akses *444#.. Lalu pilih menu Registrasi, perpanjangan atau UNREG..

Oh jadi begitu.. Tambah ribet juga ya.. Tapi itulah kebijakan pemerintah. Kita rakyat kecil mah gak punya pilihan. Kalau gak ikut aturan yaa justru repot sendiri..

Makanya, pastikan sebelum ganti kartu kuota data, kartu yang lawas di UNREG dulu yaa..

Advertisements

Bila Sinyal HP Tiba-tiba Menghilang

Bermula saat beberapa waktu yang lalu tiba-tiba sinyal Indosat menghilang tanpa kabar. Awalnya masih menduga kalau memang sedang trouble mengingat daerah tempat tinggal termasuk fakir sinyal. Hanya Indosat dan Telkomsel yang bisa berbicara.

Tapi kok sampai 2 mingguan tidak juga muncul sinyal, sehingga ada kecurigaan ada hal lain yang menyebabkan hilangnya sinyal. Sesuatu yang jangan sampai terjadi, yaitu kartu hangus.

Karena kekepoan yang mendalam, tanggal 19 April 2018 kemarin, sepulang dari rakor di Hotel Pesonna Malioboro, saya mendatangi Grha Indosat di jalan C. Simanjutak Yogyakarta, sebelah selatan Mirota Kampus, persis sebelum toko ELS.

Setelah mengantri sekitar 1 jam maka sampailah giliran saya mengadukan perihal masalah yang saya alami. CS kemudian menanyakan nomor saya. Cetak cetik cetak cetik..

” Nomor sudah terdaftar atas nama (saya) dan masa tenggang terakhir tanggal 28 Maret 2018..”

Duh.. kenyataan.. hal yang saya khawatirkan terjadi. Kartuku hangus…

” Tapi nanti kita coba untuk diaktifkan kembali, tetapi tidak semua nomor bisa diaktifkan.. Biasanya status seperti ini setidaknya 2 bulan. Setelah itu baru dapat diketahui status selanjutnya bagaimana. Jika sudah unpair (dengernya kayak gitu sih.. entah bener gak istilah itu) nanti baru bisa diaktifkan lagi. Bisa atau tidaknya langsung bisa ketahuan. “

Berarti saya harus datang lagi untuk ngecek kah?

” Nanti untuk ngecek bisa telepon lewat layanan 185 dari nomor Indosat. Bisa pinjam teman atau saudara. Biaya layanan Rp. 1.000,- per panggilan. Kalau sudah dalam kondisi unpair silakan datang kembali untuk diaktifkan.”

Lalu syarat-syarat yang harus disiapkan apa saja dengan kondisi kartu hangus?


Pertama, kartu harus sudah terdaftar atas nama kita…
Kedua, membawa KTP asli dan fotokopi KK…
Ketiga, kartu yang rusak harap dibawa..

Oke.. berarti 2 bulan setelah nomor hangus berarti sekitar tanggal 28 Mei 2018. Dan untuk sementara WA gak boleh instal ulang karena kalau instal ulang otomatis harus dengan nomor lain.

Ini nih permasalahan yang harus diperhatikan. Biasanya karena jarang sekali menggunakan SMS atau telepon sehingga kurang care dengan pemakaian dan masa aktifnya. Malah kartu data yang diperhatikan. Akibatnya ya bisa hangus.. Padahal kalau hangus tidak lagi bisa menerima SMS dan panggilan, sementara jika WA terpaksa instal ulang harus memasukkan nomor agar mendapat SMS konfirmasi. Lha kalau sudah begitu mau gimana lagi.

Last, berharap semoga kartu saya bisa diaktifkan kembali.. Aamiin.. 🙂

Hewan yang Bikin Viral…

Beberapa waktu yang lalu viral video wanita bercadar yang memelihara anjing. Ada yang berkomentar baik (artinya pro dengan hal tersebut) tapi juga ada yang kontra. Ya wajar sih, setiap sesuatu pasti ada pro dan kontra. Tulisan ini hanya sekedar mengisi kekosongan postingan saja kok. Hehehe..

Kira – kira…

Jika wanita bercadar memelihara ayam, jadi viral gak ya?
Atau wanita bercadar memelihara kambing, jadi trending gak ya?
Di kasus lain wanita bercadar memelihara kelinci, ada yang ngundang ke tivi gak ya?

Sementara kita tahu bahwa

Sebagian masyarakat ada yang nyinyir dengan cadar. Identik dengan teroris-lah. Berbahaya-lah. Budaya arab-lah. Sehingga mereka menilai wanita bercadar dengan konotasi buruk.

Tapi pada kasus ini kok beda ya. Mereka yang biasanya nyinyirin cadar kok komennya seakan menerima dengan bangga kondisi ini (wanita bercadar bersanding dengan anjing). Lalu saya berpikir, eh enggak ding… Cuma mencoba main logika saja, yang mungkin juga gak tepat 100%.

Wanita bercadar –> dicurigai dan gak bakal diangkat media

Wanita bercadar + ayam –> gak viral

Wanita bercadar + kambing —> gak trending

Wanita bercadar + kelinci —> gak diundang tivi

Wanita bercadar + ANJING—> VIRAL, TRENDING, DIUNDANG TIVI

Jadi…

Apakah anjing menjadi faktor utama perubahan penerimaan di masyarakat? Yang tadinya dicibir, dicurigai, digelari teroris setelah bersanding dengan anjing menjadi baik, bagus, panutan, contoh..

Hmmm……