Serba serbi Perpanjangan SIM di Bus SIM Keliling

Jumat, 27 Juli 2018. SIM merupakan salah satu hal yang penting untuk dimiliki. SIM merupakan tanda sah bahwa kita diperbolehkan mengemudikan kendaraan , terlepas bagaimana cara mendapatkannya ya..hehe.. Ada yang via jalur resmi, ada pula yang keroyokan (baca: SIM massal). Tanpa SIM dipastikan kita akan kena tilang jika ada razia tertib lalu lintas. Kalau sudah begitu yaa harus berurusan dengan pengadilan secara sekarang sudah gak jamannya sogok-sogokan. Malah kalau kita menyogok bisa kena pelanggaran lain..

SIM meskipun jarang kita keluarkan, mungkin kita beredarnya di kawasan yang jarang ada razia, tapi sebaiknya kita cek sesekali untuk memastikan agar SIM tidak mati. Soalnya meski telat satu hari saja maka untuk mendapatkan SIM lagi mesti bikin baru. Dan itu tidak cepat. Harus daftar dulu, ujian tulis, ujian praktek, antri-antri (loket pendaftaran, dokter, bank, menunggu foto, menunggu jadi) dan lain-lain.
Prinsipnya: sama-sama harus ngurus SIM, lebih enak mengurus perpanjangan daripada bikin baru. Sama-sama butuh waktu, lebih cepat yang perpanjangan daripada bikin baru.

Seperti saya karena takut pas hari H tidak sempat maka seminggu sebelum SIM habis masa berlakunya saya berencana perpanjangan. Terus mikir kalau perpanjangan di POLRES pasti antrinya berjibun alias banyak, maka SIM Keliling menjadi salah satu alternatifnya. Kebetulan Jumat ada jadwal SIM Keliling di lokasi yang dekat dengan saya. Jadwal Bus SIM Keliling tiap hari jumat di Radio RAKOSA yang mengusung tagline FeMale Radio yang beralamat di Jl. Pandega Sakti No.8, Manggung, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281.

Bus SIM Keliling ini melayani perpanjangan di wilayah Sleman dan sekitarnya. Namun begitu kuota pendaftar dibatasi hanya 30 SIM. Sehingga mau tidak mau tetap harus berangkat lebih awal. Seperti hari itu, 27 Juli 2018 seminggu sebelum SIMnya habis. Jadwalnya sekitar jam 09.00 – selesai. Sayapun dengan santainya melaju menuju lokasi. Diperkirakan jam 9 kurang sedikit sudah sampai sehingga bisa dapat antrian awal. Begitu masuk pelataran Radio Rakosa… Lah kok antriannya sudah banyak. Waduh kira-kira kebagian gak ya..

Langsung masuk menemui petugas pendaftaran. Memberikan syarat berkas fotokopi KTP dan SIM masing-masing satu lembar.
“Masih ada gak mas?”
“Wah kayaknya sudah banyak ini. Lebih dari 30..”
Duh sudah hopeless ini. Tapi ya nekat saja antri barangkali ada yang gak lolos seleksi. Hehehe..

Betul saja. Setelah dicek dari sekian banyak yang sudah masuk berkasnya ada yang gak lolos. Sebabnya? Ada yang habisnya masih sebulan lagi bahkan ada yang masih tahun depan. Niat banget tuh yang masih satu tahun kok sudah mau diperpanjang.

Jadi untuk Bus SIM Keliling syaratnya harus paling lama 15 hari dari masa habis. Jadi kalau habisnya masih 16 hari ke atas maka belum boleh. Misal SIM habis tanggal 25 Juli lalu kita niat perpanjangan tanggal 1 Juli ya jelas gak bisa. Tapi kalau kita perpanjangan tanggal 10 ke atas baru bisa. Tapi ini hanya berlaku untuk Bus SIM Keliling ya.. Kalau di Polres ya bebas..

Akhirnya setelah ada yang gak lolos seleksi, saya dapat nomor 27. Dibawah saya persis ada mbah-mbah yang tadinya juga was-was gak lolos. Mbah-mbah yang walau usianya sudah 85 tapi masih bergas. Masih bisa menjelajah dengan motor. Nyatanya beliau ngurus perpanjangan SIM.

Setelah mendapat berkas maka saya isi yang memang perlu diisi. Perlu hati-hati. Meski kayaknya berkas juga gak diperiksa beneran tapi ada baiknya kita isi yang bagian kita saja. Jangan ngisi yang bagian petugas. Hehehe..

Setelah berkas diisi maka dikumpulkan lalu menunggu panggilan. Panggilan sesuai nomor urut berkas. Setelah dipanggil maka akan dicek kesehatan meliputi tes tensi darah dan tes buta warna. Setelah itu geser ke kursi sebelah untuk membayar biaya admisitrasi. Rp. 110.000,- untuk SIM A dan Rp. 105.000,- untuk SIM C. Kalau mengurus SIM A dan SIM B konon hanya membayar Rp. 185.000,-.

Setelah itu tinggal menunggu panggilan untuk foto. Sesi pemotretan dilakukan di bus SIM Keliling dengan menunjukkan KTP Asli dan SIM lama. Setelah itu menunggu SIM dicetak. Nantinya KTP akan dikembalikan sementara SIM lama akan diminta dan digunting.

Alhamdulillah.. setelah proses kuranglebih dua jam maka SIM saya sudah diperpanjang. Kayaknya cepat prosesnya kok sampai dua jam? Iya soalnya nunggu busnya lama. Jadwal jam 09.00 tapi baru nongol jam 10.00.. Indonesia… 😀

So… Bagi teman-teman yang punya SIM yuk dicek kapan masa habisnya. Jangan sampai kelewatan untuk perpanjangan. Sama-sama ribetnya tapi lebih simpel perpanjangan daripada bikin baru. SIM di tangan, perjalanan jadi aman (kalau ada razia SIM)..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s