Nikah (lagi) itu Sunnah, tapi….

Saya tidak tahu siapa yang menuliskan kalimat ini. Mohon jika ada yang tahu bisa memberikan info kepada saya. Isinya menggelitik…

“Menikah (lagi) itu sunnah. Tapi menjaga keutuhan keluarga itu wajib.”

Intinya jelas. Bagi yang pengen nikah lagi pikir-pikir dulu deh. Kalau keputusan itu justru mengganggu keutuhan keluarga yang sudah terbangun yaa mending jangan deh. Apakah gak boleh? Boleeeeh… Tapi ya itu tadi. Kita tentu juga sudah paham bahwa wajib harus didahulukan daripada sunnah. Ya kan???

Advertisements

Untukmu;

Teruntuk engkau yang pagi tadi memelukku;
Menatapku dengan mata bulatmu;
Berikan manis senyummu;
Yang membisikkan dengan lembut;

Barakallah fii umrik maas;

Teriring doa tulusmu untukku;
Doa yang kuaminkan sepenuh hati;
Terucap maafmu tak bisa berikan sesuatu;
Tak mengapa karena kamulah kado terindah itu;

Teruntuk engkau;
Yang telah memilih bertahan;
Di saat ada alasan untuk meninggalkanku;
Dan tak seorangpun akan menyalahkanmu;

Kau tahu;
Sikapmu itu yang mampu meluluhkan hatiku;
Keteguhanmu itu yang menyadarkanku;
Bahwa kamulah anugerah terindah;

Aku Ingin Kembali

Pagi yang cukup sejuk menyambut hari ini. Tanpa terasa perjalanan waktu memasuki Agustus. Lembaran ketiga bulan ini. Sebenarnya hari ini masih berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Namun bagiku ada sedikit keistimewaan. Hari ini tepat peringatan hari dimana aku ditakdirkan lahir ke dunia ini. Bertambah usia, makin dekat ke pergantian alam. Harus ada perubahan yang berarti dalam hidup ini. Ya, aku harus berubah.

Perjalanan hidupku menjelang hari ini benar-benar sebuah rangkaian yang tak pernah terduga. Tahun lalu tak pernah terbayangkan bahwa beberapa hari kemarin akan berjalan seperti ini. Sebuah pertaruhan yang bodoh. Sebuah petualangan yang gila. Entah bagaimana menggambarkannya.

Dan setelah apa yang terjadi, Aku ingin kembali. Kembali kepada tempat di mana seharusnya berada. Mencoba anggap semua yang terjadi ibarat badai yang telah berlalu. Dan memang sudah tidak perlu membuka-buka kembali. Tutup dan simpan rapat-rapat. Gembok dan buang kunci ke tengah lautan.

Bismillah, membuka lembaran baru di hari ini dengan senyuman. Mencoba mengikhlaskan semua getir yang dirasa. Membuang kenangan yang akhirnya menghitam. Bangun dari mimpi buruk beberapa bulan terakhir ini.

Aku, Penanti

Agustus sudah memulai perjalanannya. Hari ini tepat lembaran kedua. Sudah lama tak menuliskan sesuatu di gubuk ini. Terlalu lama berkubang dalam dosa. Hingga lupa hampir semua. Insya Allah awal Agustus tahun ini menandai niatan untuk kembali menggoreskan kata di blog ini. Selalu berharap bisa memberikan makna kepada sesama.

Aku memang belum menjadi seorang penulis. Aku masih seorang penanti. Menanti lintasan ide. Padahal ide-ide itu berseliweran setiap hari. Namun jemari urung menangkapnya, menaruhnya dalam untaian kata.

Bismillah… Kuniatkan diri untuk berbagi. Aku percaya apapun itu, asalkan niatnya baik, isinya baik maka akan memberi manfaat. Dan inilah tulisan pertamaku setelah bangun dari mimpi burukku. Aku, Penanti 🙂

Tetap Langsing Itu Penting

Hayo siapa yang sudah nikah dan masih bisa menjaga berat tubuh tetap ideal seperti saat akad nikah? Boleh acungkan jari. Bisa dipastikan banyak yang  tidak mengacungkan jari. Ya gimana lagi memang faktanya banyak yang mengalami perubahan tubuh setelah menikah, apalagi setelah punya anak. Entah itu wanita atau pria pasti ada perubahan aka pertambahan berat badan dan pertumbuhan ke samping.

Kontras dengan masa menjelang pernikahan. Menjelang pernikahan biasanya kita akan lebih perhatian dengan tubuh. Kita akan merawat dengan maksimal agar pas hari H dapat tampil dengan oke. Terlebih lagi bagi seorang wanita, tentu akan menjalani treatment-treatment agar tampil kinclong. Salah satu ukuran ke-oke-an fisik adalah berat badan ideal. Ya meski ideal itu relatif, bukan berarti yang agak overweight itu tidak ideal. Karena ada beberapa orang yang terlihat oke kalau agak overweight. hahaha.

Jadi jangan heran bila foto pernikahan adalah foto terbaik kita. Ya jelas logis karena di saat itulah kita mencoba untuk menjadi yang terbaik dalam penampilan fisik. Setelah itu ya gitu deh. Seorang wanita akan sedikit demi sedikit melebar sampai titik ia tersadar bahwa telah bertambah berat. Seorang pria pun demikian. Akan mengalami perubahan fisik. Entahlah penyebabnya apa pokoknya naik aja.

Tapi pernahkah kita berpikir kenapa kita tidak mencoba untuk mengembalikan kondisi fisik kita, ya setidaknya mendekati ideal seperti dulu. Semoga saja tidak berpikir bahwa kita sudah ada pasangan yang menerima kita apa adanya sehingga kita merasa tak perlu memperhatikan fisik lagi. Gemuk, gemuk dah.. Melar, melar dah.

Tentu kita paham semakin bertambah usia maka kesehatan kita akan mudah menurun. KIta akan rentan terkena penyakit bahkan yang selama ini mungkin belum pernah kita idap. Itu tuh yang biasa disebut penyakit orang tua. Ya jantung, diabetes, hati dan lain-lain. Ya memang sakit itu adalah takdir Allah. Kita tak boleh menafikan itu karena alasan itu adalah sejatinya alasan yang paling logis. Tapi sebagai manusia kita juga wajib berusaha untuk agar setidaknya penyakit itu tak mudah datang. Selebihnya memang takdir Allah.

Salah satu usaha agar tetap sehat dan bugar adalah dengan beraktiftas fisik yang cukup, sampai keluar keringat deh pokoknya. Mau kerja yang berat-berat boleh, mau olahraga juga boleh. Asal jangan makan banyak nan pedas aja.. hehehe. Dengan rajin beraktifitas menguras keringat atau olah raga maka badan kita akan tetap fit. Ukuran gampangnya berat badan mendekati ideal. Selain dari segi kesehatan, siapa tahu dengan kembali ke ideal adapat mengembalikan memori awal-awal nikah dulu, menguatkan cinta yang ada. Ya intinya nyenengin pasangan.

So… tetap langsing itu penting.