Background Kartu Idul Fitri – Freepik.com

Islamic vector created by freepik – www.freepik.com

Paper vector created by freepik – www.freepik.com

Background vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Background vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Design vector created by freepik – www.freepik.com

Background vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

https://www.freepik.com/free-photos-vectors/background

Islamic vector created by freepik – www.freepik.com

Hand vector created by freepik – www.freepik.com

Ramadan vector created by freepik – www.freepik.com

https://www.freepik.com/free-photos-vectors/hand

https://www.freepik.com/free-photos-vectors/ramadan

https://www.freepik.com/free-photos-vectors/ramadan

Link Desain Mockup

Mug

<a href=”https://www.freepik.com/free-photos-vectors/logo”>Logo psd created by freepik – http://www.freepik.com</a&gt;

Kartu Nama

<a href=”https://www.freepik.com/free-photos-vectors/logo”>Logo psd created by freepik – http://www.freepik.com</a&gt;

Mug 2

<a href=”https://www.freepik.com/free-photos-vectors/mockup”>Mockup psd created by anthonyboyd – http://www.freepik.com</a&gt;

Kaos

<a href=”https://www.freepik.com/free-photos-vectors/mockup”>Mockup vector created by rwdd_studios – http://www.freepik.com</a&gt;

Kaos panjang

<a href=”https://www.freepik.com/free-photos-vectors/mockup”>Mockup vector created by rwdd_studios – http://www.freepik.com</a&gt;

Kaos pendek

<a href=”https://www.freepik.com/free-photos-vectors/mockup”>Mockup vector created by freepik – http://www.freepik.com</a&gt;

Pamer Suami….

Suatu waktu gak sengaja membaca status yang dishare di facebook. Isinya kurang lebih bercerita tentang bagaimana beruntungnya si penulis status ini (wanita) memiliki seorang suami yang dia anggap kategori super. Alur ceritanya sangat bagus dan saya yakin akan membawa emosi tersendiri bagi pembacanya terutama sesama wanita.

Iseng-iseng saya lihat komentarnya. Dan benar… Komentatornya mayoritas wanita. Ada yang komentar dengan ngetag suaminya, ada juga yang mengucapkan selamat kepada si penulis status karena mendapat suami yang sangat baik, ada juga yang mupeng pengen punya suami seperti itu…

Tapi…. saya sendiri merasa terusik dengan status tersebut. Menurut saya dan mungkin kebanyakan laki-laki, sosok yang diceritakan itu biasa saja. Gak ada yang spesial… Jiah cemburu kali? Iya cemburu karena pasangan gak mau nulis status serupa di facebooknya.. Hahaha…

Tapi terlepas dari itu semua, status tersebut menurut saya tergolong pamer. Entah tujuannya untuk apa, entah untuk menunjukkan betapa berharganya suaminya, atau mengatakan betapa beruntungnya si istri. Gak pernahkan terbersit perasaan wanita yang membaca status tersebut yang mana suaminya gak seperti yang diceritakan..

Saat dia mengomentari betapa beruntungnya si penulis status, secara tidak langsung memancing si pengomentar untuk tidak bersyukur dengan suaminya sendiri.. Paling parah kalau akhirnya ngetag suami, tujuannya sih biar suami berubah jadi kayak gitu..  Tapi saya yakinkan suami justru malah eneg sama model suami yang diceritakan itu. Bukan karena tidak menganggap bagus tetapi lebih kepada gak mau dibandingkan dengan orang lain.

Kalo saking sebelnya pengen juga sih komentar “Duh pengen deh punya istri kayak si penulis status ini”… Nah kalau sudah kayak gitu apa tidak malah nambah rame…

Oh iya kalau urusan pamer suami ini, saya sendiri sih terserah.. Faktanya saya tidak begitu suka tulisan model seperti itu.. Cuma sekali itu aja baca.. Ya hanya mengingatkan kalau nulis seperti itu ada potensi yang tidak baik.. Kalau ada yang lantas cekcok dengan suaminyaya wajib tanggungjawab.. Kalau ada yang lantas gak bersyukur terhadap suaminya ya harus rela ikut kena dosanya..

STOP pamer pasangan.. Baik secara verbal maupun visual.

Serba serbi Perpanjangan SIM di Bus SIM Keliling

Jumat, 27 Juli 2018. SIM merupakan salah satu hal yang penting untuk dimiliki. SIM merupakan tanda sah bahwa kita diperbolehkan mengemudikan kendaraan , terlepas bagaimana cara mendapatkannya ya..hehe.. Ada yang via jalur resmi, ada pula yang keroyokan (baca: SIM massal). Tanpa SIM dipastikan kita akan kena tilang jika ada razia tertib lalu lintas. Kalau sudah begitu yaa harus berurusan dengan pengadilan secara sekarang sudah gak jamannya sogok-sogokan. Malah kalau kita menyogok bisa kena pelanggaran lain..

SIM meskipun jarang kita keluarkan, mungkin kita beredarnya di kawasan yang jarang ada razia, tapi sebaiknya kita cek sesekali untuk memastikan agar SIM tidak mati. Soalnya meski telat satu hari saja maka untuk mendapatkan SIM lagi mesti bikin baru. Dan itu tidak cepat. Harus daftar dulu, ujian tulis, ujian praktek, antri-antri (loket pendaftaran, dokter, bank, menunggu foto, menunggu jadi) dan lain-lain.
Prinsipnya: sama-sama harus ngurus SIM, lebih enak mengurus perpanjangan daripada bikin baru. Sama-sama butuh waktu, lebih cepat yang perpanjangan daripada bikin baru.

Seperti saya karena takut pas hari H tidak sempat maka seminggu sebelum SIM habis masa berlakunya saya berencana perpanjangan. Terus mikir kalau perpanjangan di POLRES pasti antrinya berjibun alias banyak, maka SIM Keliling menjadi salah satu alternatifnya. Kebetulan Jumat ada jadwal SIM Keliling di lokasi yang dekat dengan saya. Jadwal Bus SIM Keliling tiap hari jumat di Radio RAKOSA yang mengusung tagline FeMale Radio yang beralamat di Jl. Pandega Sakti No.8, Manggung, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281.

Bus SIM Keliling ini melayani perpanjangan di wilayah Sleman dan sekitarnya. Namun begitu kuota pendaftar dibatasi hanya 30 SIM. Sehingga mau tidak mau tetap harus berangkat lebih awal. Seperti hari itu, 27 Juli 2018 seminggu sebelum SIMnya habis. Jadwalnya sekitar jam 09.00 – selesai. Sayapun dengan santainya melaju menuju lokasi. Diperkirakan jam 9 kurang sedikit sudah sampai sehingga bisa dapat antrian awal. Begitu masuk pelataran Radio Rakosa… Lah kok antriannya sudah banyak. Waduh kira-kira kebagian gak ya..

Langsung masuk menemui petugas pendaftaran. Memberikan syarat berkas fotokopi KTP dan SIM masing-masing satu lembar.
“Masih ada gak mas?”
“Wah kayaknya sudah banyak ini. Lebih dari 30..”
Duh sudah hopeless ini. Tapi ya nekat saja antri barangkali ada yang gak lolos seleksi. Hehehe..

Betul saja. Setelah dicek dari sekian banyak yang sudah masuk berkasnya ada yang gak lolos. Sebabnya? Ada yang habisnya masih sebulan lagi bahkan ada yang masih tahun depan. Niat banget tuh yang masih satu tahun kok sudah mau diperpanjang.

Jadi untuk Bus SIM Keliling syaratnya harus paling lama 15 hari dari masa habis. Jadi kalau habisnya masih 16 hari ke atas maka belum boleh. Misal SIM habis tanggal 25 Juli lalu kita niat perpanjangan tanggal 1 Juli ya jelas gak bisa. Tapi kalau kita perpanjangan tanggal 10 ke atas baru bisa. Tapi ini hanya berlaku untuk Bus SIM Keliling ya.. Kalau di Polres ya bebas..

Akhirnya setelah ada yang gak lolos seleksi, saya dapat nomor 27. Dibawah saya persis ada mbah-mbah yang tadinya juga was-was gak lolos. Mbah-mbah yang walau usianya sudah 85 tapi masih bergas. Masih bisa menjelajah dengan motor. Nyatanya beliau ngurus perpanjangan SIM.

Setelah mendapat berkas maka saya isi yang memang perlu diisi. Perlu hati-hati. Meski kayaknya berkas juga gak diperiksa beneran tapi ada baiknya kita isi yang bagian kita saja. Jangan ngisi yang bagian petugas. Hehehe..

Setelah berkas diisi maka dikumpulkan lalu menunggu panggilan. Panggilan sesuai nomor urut berkas. Setelah dipanggil maka akan dicek kesehatan meliputi tes tensi darah dan tes buta warna. Setelah itu geser ke kursi sebelah untuk membayar biaya admisitrasi. Rp. 110.000,- untuk SIM A dan Rp. 105.000,- untuk SIM C. Kalau mengurus SIM A dan SIM B konon hanya membayar Rp. 185.000,-.

Setelah itu tinggal menunggu panggilan untuk foto. Sesi pemotretan dilakukan di bus SIM Keliling dengan menunjukkan KTP Asli dan SIM lama. Setelah itu menunggu SIM dicetak. Nantinya KTP akan dikembalikan sementara SIM lama akan diminta dan digunting.

Alhamdulillah.. setelah proses kuranglebih dua jam maka SIM saya sudah diperpanjang. Kayaknya cepat prosesnya kok sampai dua jam? Iya soalnya nunggu busnya lama. Jadwal jam 09.00 tapi baru nongol jam 10.00.. Indonesia… 😀

So… Bagi teman-teman yang punya SIM yuk dicek kapan masa habisnya. Jangan sampai kelewatan untuk perpanjangan. Sama-sama ribetnya tapi lebih simpel perpanjangan daripada bikin baru. SIM di tangan, perjalanan jadi aman (kalau ada razia SIM)..

Salam Kompeten…

Rabu, 25 Juli 2018 menjadi salah satu hari penting dalam karir saya sebagai asesor. Yup, alhamdulillah setelah melakukan asesmen di BLK Kebumen tepat satu bulan yang lalu saya mendapat job lagi untuk melakukan asesmen. Kali ini bertempat di BLK Bantul yang beralamat di JL. Parangtritis Km.12, 5, Jetis, 55781, Bakulan Kulon, Patalan, Kec. Bantul, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55781.

Ceritanya minggu lalu tanggal 18 Juli 2018 saya ditelpon oleh Manager Sertifikasi LSP BLK Surakarta yaitu pak Digdo. Namun karena tidak tahu, biasa kalau sudah di rumah jadi tidak perhatian sama hape, maka baru tahu setengah jam kemudian. Karena mungkin penting makanya saya balik telpon. Daaaan ternyata kabar baik… Saya diminta mengases tanggal 25 Juli 2018. Tanpa banyak alasan meski terbayang jadwal pelatihan saya iyain saja. Kesempatan langka nih… Ambil saja.. Insya Allah siap pak, jawab saya.

Rabu pagi setengah 8 kurang 9 menit perjalanan menuju lokasi dimulai. Setelah salim dan sun-sun istri serta anak-anak saya mantap meniti jalanan menuju BLK Bantul. Bismillah. Keluar kompleks perumahan menuju jalan Turi ke arah timur melintasi rute harian ke kantor. Melewati kantor pas belum apel pagi, tapi tentu saja tidak mampir. Sudah terlambat.

Perempatan Balong ke timur menuju jalan Kaliurang relatif lengang. Tapi memasuki jalan Kaliurang tepatnya di utara kampus UII lalu lintas mulai padat. Maklumlah pagi hari jam segitu masih banyak yang dalam perjalanan menuju tempat kerja atau kuliah. Bangjo Besi ke timur kembali lengang. Pom bensin belok ke selatan arah Babadan juga lengang. Jalur alternatif bagi yang jenuh dengan kemacetan.

Melalui jalan raya Tajem rute harian ngajar pelatihan di Maguwoharjo. Mampir sebentar nitip tugas untuk dikerjakan siswa hari itu. Oh iya ketugasan saya menguji di BLK Bantul ini tentu saja sudah seijin kepala kantor sehingga legal dan sah.. 😀

Ternyata perjalanan ke BLK Bantul ini tidak seperti yang saya bayangkan. Bayangan saya lancar jaya tanpa macet.. Eh ternyata kok ya macet juga.. Ya salah saya sih membayangkan kota tanpa macet. 😀 Bahkan perempatan Janti masya Allah padatnya. Saya sengaja ambil jalur ringroad karena itu lebih cepat dibanding lewat dalam kota. Rasa lega setelah masuk Jalan Parangtritis. Ancer-ancernya kalau dari arah timur sudah melewati Hotel Ros-In lalu belok kiri atau ke selatan.

Dari situ saya hanya fokus bahwa nanti akan melewati ISI Yogyakarta, Taman Gabusan, Bangjo (yang ternyata dua tempat, kirain cuma sekali.. 😀 ). Setelah bangjo kedua maka sebelah kanan adalah lokasi BLK Bantul. Alhamdulillah setengah 9 sampai. Ternyata kelas UJK sudah dimulai karena memang rencana jam 8 mulai. Yah malu gak malu sih.. Tapi alhamdulillah bisa langsung tune-in.. Daaan proses asesmen berlangsung sampai jam 15.00 WIB..

Pulangnya diminta mampir beli martabak 100 rasa di Jalan Imogiri Timur No. 113. Tapi belinya cuma yang 1 rasa. Coklat saja. Pertimbangan ekonomis..Hehehe… Perjalanan pulang tak kalah macet. Perempatan Maguwoharjo sudah beberapa kali lampu merah berganti-ganti baru bisa lolos. Eh di perempatan pasar Setan juga macet. Untungnya mulai perempatan timur stadion sudah lancar.

Karena trauma macet maka pom bensin jalan Tajem ambil kiri. Arahnya nanti sampai bangjo pakem dan ambil barat sampai jalan Palagan Tentara Pelajar ambil kanan sampai Jalan Turi dan sampailah di rumah 7 menit setelah adzan. Alhamdulillah hari yang cukup melelahkan tapi menyenangkan..