Hope

Hope. Harapan. Yup sebuah kata yang emejing, owsem. Di saat kita merasa semua menggelap maka harapan laksana secercah cahaya yang akan menuntun kita melewatinya. Jika demikian adanya maka memelihara harapan adalah sebuah keniscayaan. Harapan yang bersanding dengan keyakinan akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Jangan pernah putus asa, ketika semua jalan seakan tertutup maka tetaplah jaga harapan itu, tumbuhkan keyakinan bahwa sesuatu itu pasti ada jalan keluarnya.

Bekerjaku Syukurku

Sukailah pekerjaanmu, apapun itu, kata orang. Sebagian bilang pilihlah pekerjaan di bidang yang kamu sukai. Namun apapun kondisinya, syukurilah pekerjaanmu. Karena betapa banyak orang yang menginginkan berada di posisimu. Di sisi lain bekerjalah sebagai tanda syukur. Bahwa engkau telah diberikan kekuatan dan kemampuan untuk bekerja, mencari nafkah penghidupan. Maka bersyukurlah dengan senantiasa bekerja dengan baik. Iringi setiap pekerjaan dengan doa, bismillah.

Ayahku pahlawan keluargaku
Dengan bismillah ayahku bekerja
Setiap tetes keringatnya
Bagai mutiara
Ayahku pahlawan keluargaku

Demikian sebait lagu yang sering dinyanyikan oleh bidadari kecilku. Pengingat dan penyemangat setiap ayah dalam bekerja. Wahai ayah, bekerjalah. Karena melalui lelahmu, Allah menitipkan rejeki-Nya kepada keluargamu. Wahai ayah, bekerjalah. Karena lelah tubuhmu akan berbalas senyum bahagia keluargamu. Wahai ayah, bekerjalah sebagai tanda syukur.

Semakin sibuk, semakin banyak membaca Al-Quran (Meraih Keberkahan Waktu)

Dulu semasa kuliah pernah mendapat cerita mengenai seorang mahasiswa Kedokteran UGM yang setiap harinya mampu emmbaca 5 juz dari Al-Quran. Sebuah cerita yang kala itu sangat mengagumkan dan membuat saya terheran-heran. Bagaimana tidak, tentu kita paham bahwa mahasiswa kedokteran memiliki aktifitas yang bejibun, yang mungkin saja lebih sibuk daripada saya yang kuliah di fakultas MIPA tetapi bisa membaca 5 juz dalam sehari. Bandingkan dengan saya waktu itu yang tertatih-tatih hanya demi membaca satu juz dalam sehari sementara aktifitas juga biasa-biasa saja.

Dan kisah-kisah yang membuat saya kagumpun berlanjut sampai sekarang. Seorang anggota dewan (DPRD provinsi) yang membaca setidaknya 3 juz dalam sehari diantara aktivitasnya yang banyak sebagai penyambung aspirasi rakyat. Belum lagi cerita seorang gubernur yang sempat-sempatnya tilawah di dalam pesawat (alih-alih digunakan untuk istirahat) di sela-sela aktivitasnya sebagai pemimpin sekaligus pelayan rakyat. Dan masih banyak kisah lain yang serupa. Belum lagi kisah para sahabat Nabi dan ulama-ulama terdahulu dimana rata-rata mengkhatamkan Al-Quran dalam tiga hari saja. Kisah yang sangat begitu hebat.

Continue reading

Andai Kulakukan Dari Dulu

Ini sebuah kisah yang menjadi pelajaran bagi saya dan mungkin dapat diambil hikmahnya bagi teman-teman pembaca sekalian. Ceritanya ada dua buah tugas kuliah dari dua mata kuliah yang berbeda namun diampu oleh dosen yang sama. Tapi masalahnya bukan karena dosennya sama, tetapi lebih kepada waktu pengumpulannya yang bersamaan. Tetapi sebenarnya bukan itu juga masalahnya, melainkan karena tugasnya cukup berbobot dan harus selesai dalam tempo 2 minggu. Tapi sebenarnya bukan pula itu permasalahannya.Lalu apa dong? Buruan gih kasih tahu… keburu kerempeng nih…

Oke oke. Jadi inti masalahnya adalah dua tugas itu harus selesai dalam satu hari. Lho katanya 2 minggu? Mana yang bener??? Bentar dulu to.. Biarkan beta menyelesaikan intronya dulu. Selesai dalam satu hari plus dalam kondisi badan yang tidak sehat. Sungguh sebuah perjuangan yang berat. Kalaulah tidak ada pertolongan-Nya pastilah tidak akan selesai. Lha tulisan ini ditulis setelah selesai mengerjakan tugas dan mengirimkannya.

Lho mana penjelasan dari 2 minggu menjadi cuma 1 hari? Jangan mencla mencle ah… kayak pemerintah aja… Sabar… jangan bawa-bawa pemerintah. Ntar diciduk baru tahu rasa. Ceritanya tugas yang dua minggu itu, karena melihat dua minggu itu lumayan lama kan ya.. seharusnya tak perlu sampai berpeluh-peluh kan ya, tapi ternyata membuat diri ini terlena. Ah besok besok saja.. itu adalah bisikan jahat yang merasuk ke dalam pikiranku. Dan payahnya aku terjerat bisikan itu. Kalimat itu seakan berulang ketika aku hendak mengerjakan. Walhasil tinggal 3 hari lagi dikumpulkan aku belum juga mengerjakan. Dalam pada itu datanglah sesuatu yang tak pernah aku perhitungkan sebelumnya. Sakit. Yang membuatku demam selama 2 malam, sementara siang tak cukup berdaya untuk berpikir yang berat. Terasa sekali seakan pipi ini ditampar, tapi bukan oleh bidadari. Sehingga sakitnya tuh disini (nunjuk hidung..). Walhasil waktu sehari harus selesai, mau tidak mau, bisa tidak bisa harus selesai. harus.. harus.. harus..

Qadarullah dengan pertolongan Allah SWT tugas itupun selesai. Berakhir dengan dikirimkannya tugas-tugas tersebut di bawah pohon ketapang, dihiasi lampu taman, tapi saya menggelandang di tepi jalan, memanfaatkan wifi gratisan yang oleh sang pemiliknya sudah diikhlaskan . Alhamdulillah bersyukur bahwa episode sakit datangnya tepat waktu. Artinya sakit sudah menjelang sehat sehingga masih punya waktu untuk menyelesaikan tugas.

Benar-benar menjadikan sebuah pelajaran bagi saya. Bahwa sikap menunda-nunda itu tidak baik akibatnya. Mungkin saya terlupa pernah menulis seperti ini sehingga perlu diberi tamparan agar ingat kembali. Teringat nasehat Umar ra “ Jangan kau tunggu sampai sore apa yang bisa kau kerjakan pagi hari, jangan kau tunggu esok apa yang bisa kau kerjakan hari ini.” Sebuah nasehat yang jaaaauuuuh sudah disampaikan beberapa generasi sebelum kita dan itu masih sangat relevan bahkan mungkin sampai kiamat nanti. Waktu bagaikan sebuah pedang, siapa yang tidak pandai memanfaatkannya maka akan terbunuh oleh pedang tersebut. Mungkin seperti puisi penjahat berdasi. Mati tercekik dasinya sendiri.

Dan akhirnya saya menemukan sebuah formula yang lebih hebat dari sekedar resep krepi patty yaitu “jika waktumu ada, kesehatanmu terjaga, jangan tunggu sampai lusa, segeralah bekerja”. Dan semoga ini terakhir kalinya saya merasakan kemrungsung seakan diburu waktu, dikejar dateline. Ke depan insya Allah harus lebih semangat dalam mengerjakan tugas, lebih bisa menghargai waktu. Itu.

NB: Judul diatas sebenarnya lebih tepat jika ditulis Andai Kukerjakan Dari Kemarin-kemarin, tetapi agar lebih dramatis saja saya pilih kalimat tersebut. Semoga pembaca tidak merasa gimanaaa gitu.

 

Tahun Baru 1436 H

Pergantian tahun hijriyah sudah beberapa saat yang lalu bergulir. Kumandang adzan maghrib menandakan bahwa tahun baru saja bertambah. Senja yang memerah di ufuk barat seakan mengucapkan untaian kata perpisahan kepada tahun lama sekaligus sambutan kepada tahun baru. Pergantian itupun tak terelakkan. Mau tidak mau kini kita telah memasuki tahun baru 1436 H.

Pergantian tahun baru bagi sebagian besar orang menjadi suatu titik lompatan untuk menjadi lebih baik lagi di tahun berikutnya. Meskipun sebagian yang lain menganggap pergantian tahun tak ubahnya pergantian waktu ke waktu setiap harinya. Dan memang demikian adanya. Bukan suatu momen yang teramat khusus yang  dirayakan dengan gemerlap dan kemewahan. Kendati demikian tiada salahnya jika kita menjadikan momen pergantian tahun ini menjadi suatu tonggak bersejarah bagi perbaikan diri di masa mendatang.

Usia manusia yang semakin hari semakin bertambah banyak hitungannya sudah semestinya menjadikan dirinya semakin mawas dan semakin baik. Setiap hembusan nafas sudah sepantasnya dibayar dengan amal kebaikan. Setiap detak jantung mengantar kita kepada tingkatan hidup yang lebih berkualitas. Hari ini lebih baik dari kemarin, begitu kata bijak yang senantiasa kita dengar. Pun dengan untaian kata, hari esok harus lebih baik dari hari ini, sering kita dengar. Dan memang demikian lah seharusnya.

Mari di tahun yang baru ini kita azzamkan diri untuk menjadi lebih baik lagi, meningkatkan kualitas personal kita baik sebagai manusia terlebih sebagai hamba Allah SWT. Tingkatkan ibadah kita, tingkatkan ilmu dan pengetahuan kita, tingkatkan segala potensi yang ada dalam diri kita. Cukuplah evaluasi kita tentang tahun lalu menjadi alasan untuk menjadi lebih baik.

Akhirnya saya ucapkan Selamat Tahun Baru 1436 H. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita menuju keadaan yang semakin baik dari waktu ke waktu.

TH BARU 1436 HIJRIAH putih