Tetap Langsing Itu Penting

Hayo siapa yang sudah nikah dan masih bisa menjaga berat tubuh tetap ideal seperti saat akad nikah? Boleh acungkan jari. Bisa dipastikan banyak yang  tidak mengacungkan jari. Ya gimana lagi memang faktanya banyak yang mengalami perubahan tubuh setelah menikah, apalagi setelah punya anak. Entah itu wanita atau pria pasti ada perubahan aka pertambahan berat badan dan pertumbuhan ke samping.

Kontras dengan masa menjelang pernikahan. Menjelang pernikahan biasanya kita akan lebih perhatian dengan tubuh. Kita akan merawat dengan maksimal agar pas hari H dapat tampil dengan oke. Terlebih lagi bagi seorang wanita, tentu akan menjalani treatment-treatment agar tampil kinclong. Salah satu ukuran ke-oke-an fisik adalah berat badan ideal. Ya meski ideal itu relatif, bukan berarti yang agak overweight itu tidak ideal. Karena ada beberapa orang yang terlihat oke kalau agak overweight. hahaha.

Jadi jangan heran bila foto pernikahan adalah foto terbaik kita. Ya jelas logis karena di saat itulah kita mencoba untuk menjadi yang terbaik dalam penampilan fisik. Setelah itu ya gitu deh. Seorang wanita akan sedikit demi sedikit melebar sampai titik ia tersadar bahwa telah bertambah berat. Seorang pria pun demikian. Akan mengalami perubahan fisik. Entahlah penyebabnya apa pokoknya naik aja.

Tapi pernahkah kita berpikir kenapa kita tidak mencoba untuk mengembalikan kondisi fisik kita, ya setidaknya mendekati ideal seperti dulu. Semoga saja tidak berpikir bahwa kita sudah ada pasangan yang menerima kita apa adanya sehingga kita merasa tak perlu memperhatikan fisik lagi. Gemuk, gemuk dah.. Melar, melar dah.

Tentu kita paham semakin bertambah usia maka kesehatan kita akan mudah menurun. KIta akan rentan terkena penyakit bahkan yang selama ini mungkin belum pernah kita idap. Itu tuh yang biasa disebut penyakit orang tua. Ya jantung, diabetes, hati dan lain-lain. Ya memang sakit itu adalah takdir Allah. Kita tak boleh menafikan itu karena alasan itu adalah sejatinya alasan yang paling logis. Tapi sebagai manusia kita juga wajib berusaha untuk agar setidaknya penyakit itu tak mudah datang. Selebihnya memang takdir Allah.

Salah satu usaha agar tetap sehat dan bugar adalah dengan beraktiftas fisik yang cukup, sampai keluar keringat deh pokoknya. Mau kerja yang berat-berat boleh, mau olahraga juga boleh. Asal jangan makan banyak nan pedas aja.. hehehe. Dengan rajin beraktifitas menguras keringat atau olah raga maka badan kita akan tetap fit. Ukuran gampangnya berat badan mendekati ideal. Selain dari segi kesehatan, siapa tahu dengan kembali ke ideal adapat mengembalikan memori awal-awal nikah dulu, menguatkan cinta yang ada. Ya intinya nyenengin pasangan.

So… tetap langsing itu penting.

“No String Attached”

no string attached.jpg

Ini tentang menerima orang apa adanya. Tanpa embel apa-apa. Konon itulah wujud hubungan yang paling murni. Benarkah?

Saya juga entah yakin atau tidak dengan pernyataan itu. Faktanya bahwa melogikakan perasaan itu penting. Contohnya saat kita cinta terhadap seseorang. Kita perlu membuat alasan-alasan logis mengapa kita mencintainya. Misal karena ia good looking, punya akhlak yang baik, keibuan, berwibawa atau alasan-alasan lainnya. Atau mungkin kita benci dengan seseorang, juga perlu adanya alasan-alasan logisnya.

Kenapa kita perlu alasan-alasan logis itu? Agar kita lebih mudah dalam mengelola rasa. Agar lebih rasional menghadapi perasaan. Gampangnya gini, misal kita cinta dengan seseorang karena ia jujur, maka ketika ia seringkali berbohong maka sudah saatnya kita switch perasaan kita. Jelas tak mungkin mencinta pembohong.

Tapi sulit memang bicara tentang perasaan. Logika-logika itu kadang macet, buntu. Ya sudahlah, saya juga cuma bicara tentang sesuatu yang saya sendiri juga tidak yakin. 😀

 

Jagalah masa lalu agar kita tahu

Masa lalu ibarat arsip dalam kehidupan kita. Padanya berkumpul kenangan-kenangan yang dulunya adalah “hari ini” kita. Masa lalu juga identik dengan sejarah. Karenanya hari ini kita sampai pada titik ini. Andai ada satu saja momen yang kita inginkan lepas dari rangkaian sejarah itu, bisa jadi jalan takdir kita akan berbeda.

Sebagaimana arsip yang harus kita jaga, maka masa lalu-pun perlu kita jaga dengan baik. Jangan pernah dilupakan sepenuhnya. Karena bisa saja suatu saat kita membutuhkan file kehidupan itu. Juga sebagaimana sejarah, masa lalu adalah puzzle-puzzle yang menyusun kehidupan kita. Kita boleh tidak menyukai beberapa bagian takdir, tapi itu tidak berarti menafikan bahwa kita pernah menjalaninya.

Terima masa lalu kita. Sekelam apapun, seburuk apapun. Simpanlah dengan baik. Suatu saat mungkin kita perlu membukanya untuk menyelesaikan masalah kita hari ini. Manusia adalah makhluk pembelajar, yang tidak seharusnya terjerumus dalam hal yang sama untuk kesekian kalinya.

Terima masa lalu kita. Bahwa pasti ada hal-hal baik yang bisa kita jadikan bekal dalam mengarungi perjalanan hidup saat ini. Jangan pernah katakan selamat tinggal untuk masa lalu. Bagaimana bisa kita mengatakan selamat tinggal, jika kita masih akan memerlukannya. Naif, bila masa lalu itu hanya sekedar kumpulan kenangan tanpa pernah kita belajar darinya.

Terimakasih masa lalu. Kenangan-kenangan indah itu akan menjadi bunga-bunga kehidupan yang wanginya semerbak mengaromai jalan takdir kita. Bilapun ada kelam maka jadikanlah itu semacam peringatan sebagaimana rambu-rambu kehidupan agar kita lebih berhati-hati.

Terimakasih masa lalu dan setiap orang yang sempat hadir di sana. Akan kusimpan sebagai arsip kehidupanku. #senyum.