Quote Satu

Berisi quote, semacam status atau tweet.

34 thoughts on “Quote Satu

  1. Shinobi – Kisah tentang Oboro dan Gennosuke. Yang saling mencinta, tetapi harus bertarung demi takdir mereka sebagai Shinobi, dari dua desa yang berbeda, yang saling berseberangan.
    Gennosuke : ” Jadi, tampaknya kita harus bertarung.. ”
    Oboro : ” Itu harus, Cinta kita hanyalah mimpi, Bintang kita sudah berseberangan.. ”
    Dan akhirnya Gennosuke harus mati di tangan Oboro, tanpa perlawanan.

    Itulah lelaki, selalu lemah dan mengalah di hadapan wanita yang dicintainya. Bahkan rela mati di tangan sang kekasih.
    Itu dalam film, kalau dalam dunia nyata laki-laki harus rela mati (berjuang sepenuh hati) demi kebahagiaan orang-orang yang dicintainya. Kebahagiaan dunia-akhirat.

  2. Remaja lebih plak-plek, suka megang-megang kalo pacaran dibanding yang sudah dewasa. Jadi eneg kalo tau yang begitu. Yang sudah nikah, 100% halalan thoyyiban aja gak segitunya kalee…

  3. Berapa banyak orangtua yang sekedar menemani anak bermain, tapi bukan bermain bersama anak.. Mereka memang berada satu tempat dengan anaknya, tetapi ketika anaknya bermain, mereka sibuk dengan aktifitasnya sendiri. Entah asyik dengan socmed atau sekedar browsing…atau sibuk membaca, sms-an, teleponan. Padahal anak juga butuh untuk diajak bermain.. Agar perkembangan motorik dan psikomotoriknya bagus.. Ayo bermain bersama anak..😀

  4. Kata motivator “sesuatu jika tak bisa melemahkanmu, maka ia akan menguatkanmu ”
    Mungkin benar juga. Suatu peristiwa terkadang berpotensi melemahkan diri kita, membuat putus asa, galau. Tapi ketika kita bisa mengatasinya maka peristiwa itu akan menguatkan kita. Membuat kita memahami bagaimana cara mengatasi kesulitan, galau dan rasa putus asa…

  5. Pemikiran kita sedikit banyak dipengaruhi oleh apa yang kita baca. Perilaku kita sedikit banyak dipengaruhi oleh apa yang kita lihat. Dan Nilai kita sedikit banyak dipengaruhi oleh apa yang kita ucapkan. -i Am-

  6. Ingatkan engkau kepada
    Embun pagi bersahaja
    Yang menemanimu sebelum cahaya
    Ingatkan engkau kepada
    Angin yang berhembus mesra
    Yang kan membelaimu cinta

    [ sebelum cahaya hanyalah kegelapan, namun embun hadir memberi kesejukan ]

  7. Kemaren niliki mas bro (anake pakdhe) yang terbaring karena kecelakaan. Ibrahnya :
    1. Jangan pernah merasa sombong ketika kita masih sehat. Jika Allah berkehendak dalam sekejap-pun kesehatan itu bisa terenggut berganti derita.
    2. Kita tak pernah tahu bagaimana takdir kita. Selama masih diberi kekuatan dan kesehatan mari pergunakan dengan bijak.
    3. Menjenguk orang sakit merupakan salah satu cara untuk melembutkan hati. Betapa kematian itu sangat dekat.
    4. Semoga sakit yang diderita bisa meringankan beban karena dosa-dosa dileburkan melalui sakit. Itu kalo yang sedang sakit bisa bersabar.🙂

  8. Suatu pagi, di sayap warna, terjadilah percakapan antara dua kakak-beradik yang sedang asyik bermain badminton. Sebut saja kakak (K) dan adik (A). Si K dan A asyik bermain, mungkin asyik bagi si K, karena tiba-tiba si A nyeletuk.
    A: ” Ah lebih enak main sama ayah… ”
    K: ” Emang kenapa dik? ”
    A: ” Main sama kakak gak pernah menang..kalo sama ayah aku selalu menang.. ”

    Memang pada permainan itu si K lebih dominan. Selalu bisa melakukan smash dan umpan silang. Sementara adiknya lebih sering yang ngambil cock-nya..
    Orangtua mengajarkan kepada anak untuk memupuk rasa percaya diri dengan bermain bersama anak. Orangtua biasanya mengalah agar anak punya keyakinan bahwa dia mampu. Karena kalo anak dibiarkan bermain dengan sebayanya terus maka jika dia menang akan menang terus, pedenya semakin besar (sok jagoan). Kalo dia kalah biasanya kalah terus, mindernya semakin besar.

    Sudah saatnya bagi orangtua meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.🙂

  9. siapa menggores di langit biru
    siapa meretas di awan lalu
    siapa mengkristal di kabut itu
    siapa mengertap di bunga layu
    siapa cerna di warna ungu
    siapa bernafas di detak waktu
    siapa berkelebat setiap kubuka pintu
    siapa mencair di bawah pandangku
    siapa terucap di celah kata-kataku
    siapa mengaduh di bayang-bayang sepiku
    siapa tiba menjemputku berburu
    siapa tiba-tiba menyibak cadarku
    siapa meledak dalamku
    : siapa Aku

  10. Tahu apa yang kutemukan hari ini? Apa yang kucari-cari..😀
    – Novel Perahu Kertas ( penasaran sama isinya.. )
    – Buku tentang tanaman-tanaman ( lagi pengen tahu bingit tentang berbagai macam nama tanaman di sekitar kita.. )
    – Boim Le Bon (kalo ini tertarik cuma karena pengarangya aja sih…hehehe)

    Allah mempertemukan kita dengan sesuatu yang kita inginkan pada waktu yang tak terduga. Bukan pada saat kita ingin, tetapi saat kita butuh.😀 Alhamdulillah…

  11. Pada matanya
    aku melihat
    kerlap-kerlip
    cahaya lampu
    kota kecil
    seperti bisikan hati
    yang lembut memanggil.

    Biarkan hujan yang haus itu
    melahap airmata
    yang mendidih
    di cangkirmu.

  12. 1. Heran, kok masih jadi kebiasaan masyarakat kita ya nyambung nama wanita dengan nama suaminya. Padahal kan itu tidak ada tuntunannya.
    2. Itu sama saja menisbatkan wanita kepada suaminya. Padahal dalam #Islam menisbatkan seorang wanita itu hanya kepada bapaknya.
    3. Misalkan nama Atika. Bapaknya bernama Rahmat. Suaminya bernama Ramdhan.
    4. Maka jika wanita itu mau memakai nama seharusnya Atika Rahmat. Bukan Atika Ramdhan.
    5. Tapi agaknya banyak wanita yang lebih pede dan suka nama suaminya ketimbang nama bapaknya.
    6. Dilarangnya menisbatkan selain kepada ayah pasti ada #hikmah nya.
    7. Ada kasus wanita menikah lebih dari sekali. Mungkin cerai hidup atau cerai mati. Lalu apakah tiap dia nikah ganti nama?
    8. Atau dia akan tetap memakai nama suami pertamanya? Itu jelas menyakiti suami keduanya.
    9. Tapi beda halnya jika menisbatkan kepada bapaknya. Seorang wanita tidak akan pernah berganti bapak kandung,berapa kalipun dia menikah.
    10. Dan itu mungkin jadi salah satu cara menghormati bapak setelah seorang wanita menikah ( juga sebelum menikah ).
    11. Bukankah setelah menikah wanita wajib mengutamakan suaminya atas siapapun, termasuk bapaknya dan juga ibunya.
    12. Suami berhak atas apa saja terhadap wanita yang menjadi istrinya. Tapi tidak berhak menjadi penisbatan namanya.
    13. So, marilah mulai sekarang kita budayakan, menggabung nama wanita hanya dengan nama bapaknya. Bukan suaminya.
    14. Apalagi menggabung dengan yang lain. Entah itu pacar, idola, tetangga, musuh atau yang lain.
    15. Menurut saya, wanita yang menggabungkan nama dengan nama bapaknya menjadi poin tersendiri, bahwa dia wanita yang berbakti.

    *repost dengan kode 0Vii0CityMM#XIII

  13. Harits Al-Muhasibi mengatakan: “Ketahuilah, sesungguhnya orang yang menasehatimu, ia mencintaimu. Dan orang yang menjilatmu, ia telah menipumu. Dan orang yang tidak mau menerima nasehatmu, ia bukanlah saudaramu”.

  14. Lelah berkarya lebih mulia daripada lelah nganggur.. ^o^v
    Berkarya membuat kita lebih hidup, sedangkan nganggur bikin hidup tiada berarti…
    Teringat nasehat : “Jangan tunda sampai sore apa yang bisa kamu kerjakan pagi hari, jangan tunggu sampai esok apa yang bisa kamu kerjakan hari ini.”

  15. Tahun 2014, saatnya untuk kembali berbenah… tugas penting sudah menunggu… singkirkan masalah remeh temeh yang pernah terjadi di tahun 2013… lebih dewasa dan lebih arif dalam mengarungi kehidupan ini. bismillah… Ya Allah kuatkan hamba-Mu ini. beri hamba petunjuk-Mu..🙂

  16. tiba-tiba kemampuanku merangkai kata sejenak lepas.
    hingga terbanglah kata-kataku sesuka hatinya
    mereka akan hinggap lagi bila waktunya nanti kubutuhkan.
    agar menari seirama tarian jemariku.

  17. Melanjutkan prediksi 3 besar PEMILU 2014 :
    1. PDIP
    2. GOLKAR
    3. PKS

    Namanya prediksi bisa benar, bisa salah. Kita tunggu saja hasil pemilu nanti. Yang pasti jangan golput lah…🙂

  18. Hujan Abu mengingatkanku pada peristiwa hujan Abu Merapi 30 Oktober 2010. Saya masih ingat karena abu tersebut saya kumpulkan dan masih tersimpan dengan baik di ruang kerja saya. Untuk Abu gunung Kelud ini juga saya kumpulkan tadi pagi. Siapa tahu akan ada yang membutuhkannya suatu saat nanti untuk diteliti.

  19. Aku mengenalmu
    Melalui embun yang menggantung pada pucuk-pucuk dedaunan
    Aku mengenalmu
    Melalui hujan yang merintik dari langit
    Aku mengenalmu
    Melalui seruput kopi dan warna hitamnya
    Aku mengenalmu
    Melalui warna pelangi selepas hujan
    Aku mengenalmu
    Melalui bait-bait puisi
    Aku mengenalmu
    Pada suatu waktu

    (antologi puisi: satukataku)

  20. Ada seorang wanita yang mengeluhkan anaknya yang terlambat tidur. Tidak seperti biasanya si anak tidur larut untuk anak seusianya. Ia pun menuliskan status kegalauannya di socmed. Ia merasa bahwa dirinya capek seharian mengasuh anak,sementara melihat bahwa sang suami agaknya tidak begitu capek. Kemudian dia mengatakan padaku dalam komentar tanggapan ” Ya maklum kamu kan bapak-bapak…mana ada rasa capek karena mengasuh buah hati… Ya to? ” Sebuah kalimat yang mengusik diriku dan secara tidak langsung menggambarkan kondisi rumah tangganya. Kalimat itu mengusik karena tidak seperti itu yang saya hadapi. Saya terlibat langsung dalam mengasuh anak. Selepas pulang kerja saya membantu mengasuh anak juga pekerjaan lain. Tapi saya tetap memahaminya dengan asumsi mungkin saja suaminya memang tidak pernah membantu mengasuh sang buah hati. Sehingga ketika capek maka hanya dirasakan sendiri, sementara memandang suaminya tidak kecapekan karena tidak ikut mengasuh anak selepas kerja. Marilah para suami agar tidak menjadikan capek kerja sebagai alasan untuk tidak membantu istri mengasuh anak, juga mengerjakan pekerjaan lain. Kita perlu memahami bahwa suami dan istri pasti sama-sama capek dengan kegiatannya. So tidak perlu ada yang merasa lebih capek dari yang lain. Ketika bersama di rumah, mari kerjakan berdua. Jalinlah Kerjasama Cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s