Ranggas

Cerita sebuah pohon di seberang rumah

Alkisah, tersebutlah sebuah pohon, entahlah berjenis apa aku juga tak paham. Pohon dengan batang yang kokoh, cabang yang kuat, ranting yang lentik dihias rimbunnya dedaunan. Pohon yang selalu memberi harapan, menjanjikan kenyamanan. Beragam burung, dari berbagai jenis, senantiasa menjadi tamu setia yang dengan riang bernyanyi setiap pagi sebelum mereka bertebaran menderukan angkasa. Menjalani titah Tuhannya. Merekapun tak sungkan untuk bermalam dibalik rimbunnya dedaunan, membuat sarang yang nyaman, beranak pinak.

Continue reading

Advertisements

iLLfeeL

Tomi menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Wajahnya tegang, seperti Merapi, seakan memendam magma yang siap untuk dimuntahkan. Berkali-kali ia menghela nafasnya, bernafas yang disengaja. Ia tarik nafasnya perlahan-lahan dan mengeluarkannya perlahan-lahan. Dia berharap seiring tarikan nafasnya ada hawa damai yang ikut terhirup. Pun ketika menghembuskan nafasnya, ikut keluar pula kekecewaan yang ia rasakan saat ini. Namun sayang usaha itu kiranya sia-sia. Tetap saja wajahnya bak kepiting rebus gosong, merah padam.

“Aaaaaaarrrrghhhh…. Sialan !!! “ teriaknya.

“ Gak kusangka, ternyata dia seperti itu… kenapa?!! Kenapa ?!!! “ sambungnya.

Continue reading