Untukmu, yang sedang memperingati Milad…

Pertama kuucapkan Barakallahu fiik… Tiada lain berharap semoga keberkahan senantiasa Allah limpahkan atasmu dalam setiap urusanmu dalam setiap hembus nafasmu. Salah satu doa yang mencakup segalanya, keberkahan.

Sumringah di wajahmu menandakan hari ini adalah hari yang istimewa bagimu. Entah mungkin hatimu jauh lebih sumringah bercampur was-was, akankah hari ini hanya spesial bagi dirimu sendiri. Dan kini aku yakin was-was itu sudah lenyap bagaikan mendung yang menghujan. Bukankah aku ingat ini hari spesial bagimu? Ah sumringah itu tak perlu kau sembunyikan. Cukup kentara ia menjelma rona merah di kedua pipimu.

Tak hendak sebenarnya aku mengusik bahagiamu. Hanya saja sayang rasanya bila hari spesial ini menjadikanmu bahagia bukan kepalang, hingga mungkin lupa akan hakikat memperingati milad. Aku yakin bahwa dirimu tiada akan melenakan diri larut dalam hingar bingar pesta yang entah sebenarnya merayakan apa. Sekedar traktir makan aku rasa itu hanya memenuhi todongan kawan-kawan. Selebihnya mereka tak peduli lagi apakah hari kelahiranmu itu bermakna atau tidak. Yang mereka tahu bahwa hari lahirmu itu jaminan makan gratis sekali tempo. Miris bukan?

Continue reading

Berikan Umpan, Baru Engkau Berharap Ikan

“Ini gimana sih teman-teman, kok gak ada yang komentar di page-ku. Padahal sudah aku undang satu-satu lho.. “ curhat teman pagi kemarin.

“ Lha emang kenapa? “

“ Ini tugas kuliah kan harus bikin page atau website tentang proyek yang bisa dikerjakan di instansi. Nah kata pak dosennya penilaian tergantung banyak tidaknya yang memberikan komentar. Nih sudah aku undang tapi belum ada yang komen.. Payah nih teman-teman.. “

“ Hmmm..gitu ya.. Lha sudah berapa page teman-teman yang kamu komentari? “

“ Mmmmm… belum ada sih.. Tapi kan.. masak ya sudah diundang gak mau komentar… “ jawabnya sambil garuk-garuk kepala. Mungkin baru nyadar, tapi tetep saja defensif. O alah manusia…

“ Ya sudah sana komentar dulu.. ntar tunggu saja.. gak lama teman-teman akan komentar.. semakin banyak kamu komentar page teman-teman, semakin banyak pula yang akan komentar di page-mu..”

Continue reading

S E N J A

Senja. Siapakah gerangan yang meragukan keindahannya? Siapakah dia yang tiada terpikat oleh jingganya? Senja selalu menawarkan eksotisme. Kita, aku dan kau, sepakat bahwa senja adalah momen terindah untuk melepas segala penat. Duduk di tepian sawah, bertatap dengan silau mentari sore, bersenandung gemerisik bulir-bulir padi yang mulai menguning. Dan kita duduk berdua saja di pematang. Tak ada seorangpun kan mengganggu. Kita begitu menghayati peran sebagai pencinta senja. Tak ada suara antara kita. Diam. Ya hanya diam. Masing-masing kita berbisik kepada jingga yang menjulurkan tangannya memeluk hati. Menyatukan bisik cinta di ujung kemilaunya.

Namun senja tak selalu secantik itu. Kala sendiri, senja justru menakutkanku. Senja selalu menjadi momok bagiku. Bagaimana tidak. Senja mulai merayuku. Kau tahu, tangan-tangan jingga yang menjulur itu tak sekedar memeluk hati. Ia ingin mencurinya dariku. Kemilau cahayanya tak sekedar menatapku. Ia ingin menghapus bayang wajahmu di sana. Bisik cinta di ujung kemilaunya tak lagi menyampaikan tutur katamu. Ia membisikkan dari hatinya sendiri. Kau tahu ia pernah bilang mencintaiku.

Aku takut bila harus menikmati senja sendirian. Aku butuh dirimu, setidaknya agar hatiku tak dicuri. Dan sebagai hadiahnya tentu kau tidak keberatan kan bila namamu aku ukir dalam hatiku. Ya hanya sebagai penanda bahwa kau yang telah menyelamatkan hatiku.

Continue reading

Ketika iman naik dan turun

Sudah menjadi keniscayaan bagi kita sebagai manusia biasa bila iman kita naik turun. Kita bukan malaikat yang imannya stabil, tidak naik dan tidak turun. Kita bukan termasuk golongan nabi dan rasul yang imannya senantiasa naik. Pun kita masih jauh dari level para ulama yang imannya memiliki potensi untuk naik lebih besar daripada turunnya. Kita hanyalah manusia biasa yang imannya kadang naik, namun suatu masa akan turun. Yazzidu wa yanqus sudah menjadi sunatullah.

Ketika iman kita naik tak hanya sholat wajib yang kita kerjakan, berbagai sholat sunnahpun kita jalankan dengan ringan tanpa rasa berat sekalipun. Tak hanya banyak namun kualitas sholat kitapun bagus, khusyuk. Doa-doa di penghujung dzikir pun mengalun dengan indahnya, benar-benar berdialog dengan Allah. Namun tatkala iman sedang turun jangankan shalat sunnah, shalat wajib saja keteteran. Mendapati rakaat pertama sudah merupakan sebuah peningkatan yang signifikan. Lebih banyak kita mendapati rakaat-rakaat penghujung sholat. Sudah begitu khusyuk menjadi kondisi langka. Doa-doa pun mengalir sekenanya. Apa yang diminta pun seolah hanya kata tanpa jiwa.

Continue reading

Semakin sibuk, semakin banyak membaca Al-Quran (Meraih Keberkahan Waktu)

Dulu semasa kuliah pernah mendapat cerita mengenai seorang mahasiswa Kedokteran UGM yang setiap harinya mampu emmbaca 5 juz dari Al-Quran. Sebuah cerita yang kala itu sangat mengagumkan dan membuat saya terheran-heran. Bagaimana tidak, tentu kita paham bahwa mahasiswa kedokteran memiliki aktifitas yang bejibun, yang mungkin saja lebih sibuk daripada saya yang kuliah di fakultas MIPA tetapi bisa membaca 5 juz dalam sehari. Bandingkan dengan saya waktu itu yang tertatih-tatih hanya demi membaca satu juz dalam sehari sementara aktifitas juga biasa-biasa saja.

Dan kisah-kisah yang membuat saya kagumpun berlanjut sampai sekarang. Seorang anggota dewan (DPRD provinsi) yang membaca setidaknya 3 juz dalam sehari diantara aktivitasnya yang banyak sebagai penyambung aspirasi rakyat. Belum lagi cerita seorang gubernur yang sempat-sempatnya tilawah di dalam pesawat (alih-alih digunakan untuk istirahat) di sela-sela aktivitasnya sebagai pemimpin sekaligus pelayan rakyat. Dan masih banyak kisah lain yang serupa. Belum lagi kisah para sahabat Nabi dan ulama-ulama terdahulu dimana rata-rata mengkhatamkan Al-Quran dalam tiga hari saja. Kisah yang sangat begitu hebat.

Continue reading

Hal-Hal yang Memperlambat Jodoh (bagi laki-laki)

 

Jodoh, ada yang mengatakan adalah rejeki. Sebagaimana rejeki yang akan Allah berikan melalui usaha kita maka demikian juga jodoh perlu diusahakan. Jangan berharap jodoh bila kita saja tidak pernah berusaha menjemputnya. Menjemput jodoh dilakukan tidak hanya melalui usaha lahiriyah tetapi juga mesti diupayakan usaha secara batiniyah. Memperbanyak ibadah, sedekah, puasa sunnah, doa dan memperbaiki kualitas diri merupakan usaha – usaha secara batiniyah. Kemudian usaha-usaha lahiriyah semisal dengan memperbanyak silaturahim, menjalin persahabatan dengan banyak orang dan sebagainya.

Terlepas dari urusan takdir, ada hal-hal yang disadari atau tidak menyebabkan terlambatnya jodoh. Jodoh sebagaimana perlu diluruskan adalah seseorang yang sah menjadi pasangan sejak ijab qabul diucapkan. Sebelum itu tidak bisa disebut sebagai jodoh, meski mungkin telah terjalin kedekatan . Nah beberapa hal yang menyebabkan terlambatnya jodoh antara lain : Continue reading

TIPS EXCEL 2007 : Membuat HIGHLIGHT Cell Kosong

Dalam membuat tabel menggunakan excel (sebagai contoh tabel nilai) akan lebih baik bila dibedakan antara cell yang kosong dengan cell yang berisi data. Hal ini akan mempermudah kita dalam memeriksa apakah cell tersebut sudah berisi data atau belum. Semisal dalam contoh tabel nilai , cell-cell yang belum terisi nilai maka akan berwarna kuning. Setelah diisi nilai (angka) maka cell akan berwarna putih. Dengan demikian kita akan tahu jika cell itu masih berwarna kuning berarti belum ada nilainya atau nilai belum masuk.

Nah bagaimana cara membuatnya? Silahkan ikuti langkah-langkah berikut. Continue reading